Sundaland adalah entitas geologi Pleistosen yang nyata, daripada Nusantara

Secara geologis, jika ingin mengajukan hipotesis berbasis wilayah Asia Tenggara purba, istilah yang lebih presisi memang bukan “Out of Nusantara”, melainkan “Out of Sundaland”. Namun penting ditegaskan sejak awal: secara konsensus ilmiah global, teori asal-usul Homo sapiens yang paling kuat tetap Out of Africa. Adapun “Out of Sundaland” masih bersifat hipotesis alternatif yang belum diterima sebagai arus utama.

Berikut penjelasan akademiknya:


🌏 Apa itu Sundaland?

adalah paparan benua (continental shelf) yang pada masa Pleistosen menyatukan wilayah yang kini menjadi:

  • Indonesia bagian barat (Sumatra, Jawa, Kalimantan)
  • Semenanjung Malaysia
  • Thailand bagian selatan
  • Kamboja
  • Vietnam
  • Singapura

Ketika permukaan laut turun hingga ±120 meter pada Zaman Es, wilayah ini menjadi satu daratan luas.

Kajian klasik tentang paparan Sunda dapat dirujuk pada karya:

  • (awal abad ke-20)
  • , Prehistory of the Indo-Malaysian Archipelago (1997)
  • , Eden in the East (1998)

🧬 Konsensus Ilmiah: Out of Africa

Teori yang saat ini paling kuat secara genetika dan paleoantropologi adalah Out of Africa, yang didukung oleh:

  • Analisis DNA mitokondria (Cann et al., 1987)
  • Studi genom manusia modern (Stringer & Andrews, 1988; kemudian diperkuat studi genom abad ke-21)
  • Bukti fosil Homo sapiens tertua di Afrika (±300.000 tahun lalu di Maroko)

Paleoantropolog seperti secara konsisten menegaskan bahwa:

Homo sapiens berevolusi di Afrika sebelum menyebar ke Eurasia sekitar 60–70 ribu tahun lalu.

Dalam kerangka ini, Sundaland adalah wilayah migrasi dan adaptasi, bukan pusat evolusi awal Homo sapiens.


🧭 Mengapa “Out of Sundaland” Secara Geologis Lebih Logis daripada “Out of Nusantara”?

Jika seseorang ingin membangun hipotesis berbasis wilayah Asia Tenggara purba, maka secara geologi:

  1. Nusantara adalah konsep politik-modern (Indonesia modern).
  2. Sundaland adalah entitas geologi Pleistosen yang nyata.
  3. Migrasi manusia purba tidak mengenal batas negara modern.
  4. Bukti arkeologi menunjukkan mobilitas populasi lintas daratan Asia Tenggara.

Studi tentang perubahan muka laut Pleistosen (Voris, 2000) menunjukkan bahwa Asia Tenggara pernah menjadi satu kesatuan daratan besar. Karena itu, jika ada klaim pusat peradaban atau populasi purba, kerangka geologisnya memang harus Sundaland — bukan Indonesia modern.


📚 Apakah Ada Dukungan Ilmiah untuk “Out of Sundaland”?

Beberapa peneliti alternatif seperti berargumen bahwa:

  • Setelah Zaman Es berakhir dan laut naik (±10.000–8.000 SM),
  • Populasi dari Sundaland mungkin bermigrasi ke Asia Timur dan Pasifik.

Namun ini merujuk pada migrasi Holosen (peradaban awal dan penutur Austronesia), bukan asal-usul Homo sapiens secara evolusioner.

Arkeolog seperti menempatkan Asia Tenggara sebagai wilayah penting dalam penyebaran budaya Neolitik dan Austronesia, tetapi bukan sebagai pusat evolusi manusia modern.


🔬 Posisi Akademik yang Lebih Akurat

Secara ilmiah:

  • ❌ “Out of Nusantara” → tidak presisi secara geologi dan kurang didukung bukti evolusi.
  • ⚖ “Out of Sundaland” → lebih presisi secara geologi, tetapi masih hipotesis migrasi regional, bukan teori asal-usul manusia modern.
  • ✅ “Out of Africa” → tetap menjadi konsensus kuat berdasarkan bukti genetika, fosil, dan arkeologi global.

🧠 Kesimpulan Akademik

Jika diskusi diarahkan pada:

  • Asal Homo sapiens secara evolusioner → Out of Africa tetap paling valid.
  • Migrasi dan dinamika populasi Asia Tenggara purba → Sundaland adalah istilah yang jauh lebih tepat dibanding Nusantara.

Dengan kata lain, secara geologis dan arkeologis, istilah Sundaland memang lebih komprehensif dan ilmiah dibandingkan Nusantara jika membicarakan wilayah Pleistosen Asia Tenggara.


Bumi Sunda, 16 Februari 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Profil Asep Rohmandar : Presiden Masyarakat Peneliti Mandiri Sunda Nusantara

Visi dan Misi Asep Rohmandar sebagai penulis dan peneliti

Prolog Buku Komunikasi Pendidikan Yang Efektif? By Asep Rohmandar