Theonomi dalam Naskah Lontara Sulawesi: Integrasi Hukum Adat dan Syariat Islam sebagai Landasan Kehidupan
Theonomi dalam Naskah Lontara Sulawesi: Integrasi Hukum Adat dan Syariat Islam sebagai Landasan Kehidupan Pendahuluan Masyarakat Bugis-Makassar di Sulawesi Selatan memiliki warisan intelektual yang kaya berupa naskah-naskah kuno yang dikenal sebagai Lontara (atau Ligaligo dalam beberapa dialek lokal). Naskah-naskah ini bukan sekadar catatan sejarah atau silsilah bangsawan, melainkan berfungsi sebagai konstitusi tidak tertulis yang mengatur tata kehidupan sosial, politik, dan spiritual. Salah satu aspek paling menarik dari Lontara adalah adanya indikasi kuat terhadap konsep theonomi—suatu sistem di mana hukum bersumber dari kehendak Tuhan atau nilai-nilai ketuhanan yang diintegrasikan ke dalam aturan adat (Pangngadereng). Esai ini akan membahas bagaimana naskah Lontara, khususnya Lontara Latoa dan Lontara Sukkuna Wajo, merefleksikan bukti theonomi melalui harmonisasi antara adat lokal dan syariat Islam. Konsep Pangngadereng dan Dimensi Theonomis Dalam kosmologi Bugis-Makassar, kehidupan...