Postingan

Jejak Peradaban yang Tenggelam: Menelusuri Kebangkitan, Masa Keemasan, dan Kejayaan Bangsa Sundaland

Jejak Peradaban yang Tenggelam: Menelusuri Kebangkitan, Masa Keemasan, dan Kejayaan Bangsa Sundaland Abstrak Sundaland—Paparan Sunda—merupakan daratan luas yang pernah menyatukan Semenanjung Malaya, Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan pulau-pulau sekitarnya selama Zaman Es terakhir. Ketika permukaan laut naik hingga 130 meter pada akhir periode glasial, daratan ini perlahan tenggelam, meninggalkan gugusan kepulauan yang kini dikenal sebagai Asia Tenggara maritim. Tulisan ini menelusuri kebangkitan Sundaland sebagai ruang hidup purba manusia, menelaah indikasi masa keemasan budayanya, dan mengupas jejak kejayaan peradaban yang diduga pernah berkembang di atasnya—seraya menimbang dengan kritis perdebatan ilmiah yang menyertainya. Kata Kunci: Sundaland, Paparan Sunda, peradaban purba, Zaman Es, migrasi manusia, Gunung Padang, Atlantis, Stephen Oppenheimer --- 1. Pendahuluan Di dasar laut yang tenang antara Jawa dan Kalimantan, terkubur sebuah daratan yang dahulu menjadi panggung kehidupan manu...

Keberlanjutan Fiskal dan Kapasitas Implementasi: Kelemahan Potensial dalam Pemerintahan Prabowo–Gibran di Tengah Ancaman Eksternal dan Internal

Gambar
Keberlanjutan Fiskal dan Kapasitas Implementasi: Kelemahan Potensial dalam Pemerintahan Prabowo–Gibran di Tengah Ancaman Eksternal dan Internal Pendahuluan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memulai mandatnya dalam konteks makroekonomi yang penuh ketidakpastian. Setelah mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang relatif tangguh di tahun pertama (sekitar 5,1%–5,6% pada kuartal II–2025), fokus kebijakan fiskal 2026 diarahkan untuk mendukung program prioritas seperti ketahanan pangan, energi, dan pengembangan sumber daya manusia, sembari tetap menjaga disiplin anggaran. Namun, di balik narasi optimisme pertumbuhan, terdapat dua kerentanan struktural yang berpotensi menguji ketahanan fiskal: keberlanjutan fiskal (fiscal sustainability) dan kapasitas implementasi birokrasi. Kedua aspek ini tidak hanya dipengaruhi oleh dinamasi domestik, tetapi juga diperparah oleh tekanan ekonomi global yang terus berfluktuasi. Esai ini menganalisis secara komprehensi...

Keamanan dan Ketahanan Teknologi

                                                          Ketahanan dan Keamanan Teknologi Komputer: Disaster Recovery, Redundansi Sistem, dan Business Continuity Planning sebagai Fondasi Operasional Reindustrialisasi dan Hilirisasi di Indonesia Resilience and Security of Computer Technology: Disaster Recovery, System Redundancy, and Business Continuity Planning as the Operational Foundation of Reindustrialization and Downstreaming in Indonesia Penulis   :                                        Rohmandar Asep¹, Gilang Fibarkah² ¹Masyarakat Peneliti Sundaland (NGOs)  Email : rasep7029@gmail.com  ² Mahasiswa S2 Sistem Informasi Telkom University Bandung, Email :  Abstrak Reindustrialisasi dan hilirisasi di Indonesia telah m...

Refleksi Kritis :Membaca Ulang Etos Kerja Kelas Menengah Sunda di Persimpangan Negara dan Budaya

Gambar
Refleksi Kritis :Membaca Ulang Etos Kerja Kelas Menengah Sunda di Persimpangan Negara dan Budaya Oleh: Asep Rohmandar Kita hidup dalam zaman yang memuja produktivitas. Setiap hari, diskursus pembangunan mengingatkan bahwa kemajuan bangsa bergantung pada peningkatan output, efisiensi, dan daya saing. Di Indonesia, cerita tentang produktivitas hampir selalu disuarakan oleh negara melalui kebijakan-kebijakan teknokratik, target-target kuantitatif, dan program-program seperti Revolusi Mental yang bertujuan membentuk manusia Indonesia menjadi pekerja yang lebih disiplin, lebih cepat, dan lebih berorientasi hasil. Di tengah arus besar itu, masyarakat Sunda—dengan segala warisan nilai, falsafah, dan cara hidupnya—sering kali berada dalam posisi yang problematik. Mereka adalah kelompok etnik terbesar kedua di negeri ini, mendiami Jawa Barat yang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Namun di saat yang sama, mereka masih kerap dilekati stereotipe klasik: "orang Sunda pemal...

MERUNTUHKAN TEMBOK IJAZAH: USULAN PENYETARAAN KOMPETENSI BERBASIS KARYA TULIS DAN INOVASI TEKNOLOGI DALAM SISTEM PENDIDIKAN TINGGI INDONESIA

Gambar
MERUNTUHKAN TEMBOK IJAZAH: USULAN PENYETARAAN KOMPETENSI BERBASIS KARYA TULIS DAN INOVASI TEKNOLOGI DALAM SISTEM PENDIDIKAN TINGGI INDONESIA Oleh Asep Rohmandar                                                                                                    Abstrak Sistem pendidikan tinggi di Indonesia, sebagaimana di banyak negara berkembang, masih sangat kaku dalam memandang kualifikasi akademik yang semata-mata berbasis transkrip nilai dan ijazah formal. Hal ini menciptakan ketidakadilan bagi para pembelajar mandiri (autodidact), inovator teknologi, dan peneliti independen yang memiliki kompetensi setara atau bahkan melampaui lulusan formal, namun terhambat oleh tidak adanya gelar akademis. Esai ini mengajukan usulan konseptual dan meto...