Postingan

INTERPRETASI HERMENEUTIS SUNDALAND: Rekonstruksi Inferensial sebagai Kemungkinan yang Pernah Terjadi

INTERPRETASI HERMENEUTIS SUNDALAND: Rekonstruksi Inferensial sebagai Kemungkinan yang Pernah Terjadi Asep Rohmandar dan Tim Kajian Hermeneutika Peradaban Korespondensi: rasep7029@gmail.com ABSTRAK Artikel ini membangun argumen filosofis bahwa interpretasi hermeneutis atas Sundaland — paparan benua Asia Tenggara yang tenggelam antara 14.000–6.000 SM — secara epistemologis sah sebagai rekonstruksi inferensial berdasarkan konvergensi bukti multidisiplin, meskipun tidak dapat diklaim sebagai kebenaran faktual yang absolut, melainkan sebagai 'kemungkinan yang pernah terjadi' (probable past). Dengan mengelaborasi kerangka epistemologis dari Gadamer (Horizontverschmelzung), Ricoeur (mimesis dan identitas naratif), Peirce (abduktif reasoning), Collingwood (re-enactment), dan tradisi filsafat ilmu Lakatos (program riset progresif), artikel ini berargumen bahwa status 'kemungkinan yang pernah terjadi' bukan merupakan kelemahan epistemologis, melainkan merupakan posisi yang paling...

HERMENEUTIKA MULTIDISIPLIN SUNDALAND: Kajian Integratif Geologi, Arkeologi, Filsafat, dan Budaya

HERMENEUTIKA MULTIDISIPLIN SUNDALAND: Kajian Integratif Geologi, Arkeologi, Filsafat, dan Budaya Asep Rohmandar dan Tim Peneliti Hermeneutika Nusantara Email: rasep7029@gmail.com ABSTRAK Artikel ini mengeksplorasi Sundaland — paparan benua yang kini terendam di Asia Tenggara — melalui pendekatan hermeneutika multidisiplin yang mengintegrasikan geologi, arkeologi, filsafat, dan kajian budaya. Sundaland, yang mencakup wilayah seluas lebih dari 3 juta km² pada masa Last Glacial Maximum (±20.000 SM) dan tenggelam secara bertahap antara 14.000–6.000 SM, tidak hanya merupakan fenomena geologis semata, melainkan juga merupakan teks peradaban yang terus berbicara melalui warisan genetika, linguistik, mitologi, dan sistem pengetahuan indigenos masyarakat Nusantara. Dengan menggunakan kerangka hermeneutika Gadamer (Horizontverschmelzung), Ricoeur (triple mimesis), Heidegger (Dasein dan Unheimlichkeit), serta pendekatan dekolonial Mignolo dan Spivak, penelitian ini berargumen bahwa pemahaman komp...