Postingan

Relevansi Pemikiran Rocky Gerung terhadap Gagasan “Merdeka Persemakmuran Nusantara Sundaland” — Sebuah Refleksi Kritis atas Demokrasi, HAM, Feminisme, dan Pancasila dalam Konteks Geopolitik Baru

Gambar
Relevansi Pemikiran Rocky Gerung terhadap Gagasan “Merdeka Persemakmuran Nusantara Sundaland” — Sebuah Refleksi Kritis atas Demokrasi, HAM, Feminisme, dan Pancasila dalam Konteks Geopolitik Baru Pendahuluan: Menggugat Narasi Nasionalisme Tradisional melalui Lensa Filsafat Publik Gagasan “Merdeka Persemakmuran Nusantara Sundaland” — meskipun belum menjadi wacana resmi atau akademis yang mapan — dapat dipahami sebagai sebuah proyeksi imajinatif politik yang mencoba merombak ulang konsep kedaulatan, identitas, dan tata kelola wilayah di Asia Tenggara, khususnya di kawasan yang secara geologis dikenal sebagai Sundaland (termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, dan sebagian Filipina). Istilah ini menyiratkan keinginan untuk membentuk entitas politik baru yang tidak lagi terikat pada batas-batas kolonial, tetapi justru berbasis pada kesamaan ekologis, budaya, dan sejarah pra-kolonial. Dalam konteks inilah pemikiran Rocky Gerung — filsuf publik yang tajam, provokatif, dan ...

Jejak Peradaban yang Tenggelam: Menelusuri Kebangkitan, Masa Keemasan, dan Kejayaan Bangsa Sundaland

Jejak Peradaban yang Tenggelam: Menelusuri Kebangkitan, Masa Keemasan, dan Kejayaan Bangsa Sundaland Abstrak Sundaland—Paparan Sunda—merupakan daratan luas yang pernah menyatukan Semenanjung Malaya, Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan pulau-pulau sekitarnya selama Zaman Es terakhir. Ketika permukaan laut naik hingga 130 meter pada akhir periode glasial, daratan ini perlahan tenggelam, meninggalkan gugusan kepulauan yang kini dikenal sebagai Asia Tenggara maritim. Tulisan ini menelusuri kebangkitan Sundaland sebagai ruang hidup purba manusia, menelaah indikasi masa keemasan budayanya, dan mengupas jejak kejayaan peradaban yang diduga pernah berkembang di atasnya—seraya menimbang dengan kritis perdebatan ilmiah yang menyertainya. Kata Kunci: Sundaland, Paparan Sunda, peradaban purba, Zaman Es, migrasi manusia, Gunung Padang, Atlantis, Stephen Oppenheimer 1. Pendahuluan Di dasar laut yang tenang antara Jawa dan Kalimantan, terkubur sebuah daratan yang dahulu menjadi panggung kehidupan manusia ...

Abstract Konferensi

Subject: Abstract Submission:                      [ Rohmandar and Sari Dewi ] – 9th Swedish Conference in Economics 2026 Date: [Current Date, e.g., May 7, 2026] To: The Program Committee 9th Swedish Conference in Economics Jönköping International Business School (JIBS) Jönköping University Sweden Dear Members of the Program 8, I am writing to submit my abstract for consideration for presentation at the 9th Swedish Conference in Economics, scheduled to take place on November 20–21, 2026, at Jönköping University. Paper Title: Beyond Linearity: Identifying Asymmetric and Non-Linear Dynamics in Urban-Rural Inequality through a Theonomic Framework Author(s):Opsi 2:                                      Asep Rohmandar Independent Researcher of Sunda Nusantara Community (MPMSN) and Sundaland Researchers Society rohmandarasep54@gmail.com / rasep70...

Keberlanjutan Fiskal dan Kapasitas Implementasi: Kelemahan Potensial dalam Pemerintahan Prabowo–Gibran di Tengah Ancaman Eksternal dan Internal

Gambar
Keberlanjutan Fiskal dan Kapasitas Implementasi: Kelemahan Potensial dalam Pemerintahan Prabowo–Gibran di Tengah Ancaman Eksternal dan Internal Pendahuluan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memulai mandatnya dalam konteks makroekonomi yang penuh ketidakpastian. Setelah mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang relatif tangguh di tahun pertama (sekitar 5,1%–5,6% pada kuartal II–2025), fokus kebijakan fiskal 2026 diarahkan untuk mendukung program prioritas seperti ketahanan pangan, energi, dan pengembangan sumber daya manusia, sembari tetap menjaga disiplin anggaran. Namun, di balik narasi optimisme pertumbuhan, terdapat dua kerentanan struktural yang berpotensi menguji ketahanan fiskal: keberlanjutan fiskal (fiscal sustainability) dan kapasitas implementasi birokrasi. Kedua aspek ini tidak hanya dipengaruhi oleh dinamasi domestik, tetapi juga diperparah oleh tekanan ekonomi global yang terus berfluktuasi. Esai ini menganalisis secara komprehensi...

Keamanan dan Ketahanan Teknologi

                                                          Ketahanan dan Keamanan Teknologi Komputer: Disaster Recovery, Redundansi Sistem, dan Business Continuity Planning sebagai Fondasi Operasional Reindustrialisasi dan Hilirisasi di Indonesia Resilience and Security of Computer Technology: Disaster Recovery, System Redundancy, and Business Continuity Planning as the Operational Foundation of Reindustrialization and Downstreaming in Indonesia Penulis   :                                        Rohmandar Asep¹, Gilang Fibarkah² ¹Masyarakat Peneliti Sundaland (NGOs)  Email : rasep7029@gmail.com  ² Mahasiswa S2 Sistem Informasi Telkom University Bandung, Email :  Abstrak Reindustrialisasi dan hilirisasi di Indonesia telah m...

Refleksi Kritis :Membaca Ulang Etos Kerja Kelas Menengah Sunda di Persimpangan Negara dan Budaya

Gambar
Refleksi Kritis :Membaca Ulang Etos Kerja Kelas Menengah Sunda di Persimpangan Negara dan Budaya Oleh: Asep Rohmandar Kita hidup dalam zaman yang memuja produktivitas. Setiap hari, diskursus pembangunan mengingatkan bahwa kemajuan bangsa bergantung pada peningkatan output, efisiensi, dan daya saing. Di Indonesia, cerita tentang produktivitas hampir selalu disuarakan oleh negara melalui kebijakan-kebijakan teknokratik, target-target kuantitatif, dan program-program seperti Revolusi Mental yang bertujuan membentuk manusia Indonesia menjadi pekerja yang lebih disiplin, lebih cepat, dan lebih berorientasi hasil. Di tengah arus besar itu, masyarakat Sunda—dengan segala warisan nilai, falsafah, dan cara hidupnya—sering kali berada dalam posisi yang problematik. Mereka adalah kelompok etnik terbesar kedua di negeri ini, mendiami Jawa Barat yang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Namun di saat yang sama, mereka masih kerap dilekati stereotipe klasik: "orang Sunda pemal...