Postingan

Militerisasi Program Sosial: Mengurai Cacat Hukum dan Logika di Balik Dapur MBG TNI-Polri

Gambar
Militerisasi Program Sosial: Mengurai Cacat Hukum dan Logika di Balik Dapur MBG TNI-Polri Kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak awal menyisakan persoalan fundamental: pilihan pemerintah untuk menempatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sebagai aktor utama pengelola dapur, produksi, dan distribusi makanan. Presiden Prabowo Subianto menyebutnya sebagai bagian dari “strategi percepatan”, sementara Badan Gizi Nasional (BGN) menjustifikasinya atas dasar jaringan luas dan kemampuan logistik kedua institusi. Namun, argumen pragmatis semacam itu runtuh ketika dihadapkan pada batu uji konstitusional dan prinsip negara hukum. Secara yuridis, kebijakan ini tidak hanya menyimpang dari tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang digariskan undang-undang, tetapi juga mencerminkan kemunduran serius dalam reformasi sektor keamanan dan tata kelola pemerintahan sipil. ...

Dilema Hukum Kebijakan Zero-Tariff China: Analisis Kompatibilitas dengan Kerangka Hukum WTO

Gambar
Dilema Hukum Kebijakan Zero-Tariff China: Analisis Kompatibilitas dengan Kerangka Hukum WTO Pendahuluan Dalam upaya memperluas pengaruh geopolitik dan ekonominya di Global South, China telah mengimplementasikan kebijakan perdagangan sepihak berupa penghapusan tarif (zero-tariff) untuk produk-produk dari 53 negara Afrika. Meskipun kebijakan ini diposisikan sebagai instrumen bantuan pembangunan dan solidaritas Selatan-Selatan, ia menimbulkan pertanyaan hukum yang kompleks di bawah aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Esai ini akan menganalisis validitas hukum kebijakan tersebut melalui empat lensa utama: Prinsip Most-Favored-Nation (MFN) dalam GATT Article I, pengecualian di bawah Enabling Clause, ketentuan Area Perdagangan Bebas (FTA) dalam GATT Article XXIV, serta implikasi status China sebagai negara berkembang. Analisis ini berargumen bahwa kebijakan zero-tariff sepihak China rentan terhadap gugatan hukum karena secara prima facie melanggar prinsip non-diskriminasi MFN dan gaga...

JURNAl LITERA : ANALISIS BAHASA, FILOSOFI, DAN GAYA KEPEMIMPINAN KANG DEDI MULYADI (KDM) DALAM PROGRAM KERAKYATAN DI PROVINSI JAWA BARAT, INDONESIA, SUNDALAND

Gambar
BAHASA, FILOSOFI, DAN GAYA KEPEMIMPINAN KANG DEDI MULYADI (KDM) DALAM PROGRAM KERAKYATAN DI PROVINSI JAWA BARAT: KAJIAN LINGUISTIK, KEBIJAKAN, DAN KEPEMIMPINAN POPULIS Jurnal SIMU LITERA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Volume/Nomor Vol. 1, No. 2 ( April-Juni 2026) E-ISSN 3124-4424 Penulis Asep Rohmandar Afiliasi Masyarakat Peneliti Sundaland dan Pernah masuk FKIP Bahasa Sastra di Uninus Bandung  Kata Kunci KDM, Bahasa Politik, Filosofi Kepemimpinan, Ekonomi Kerakyatan, Jawa Barat Diterima 01 April 2026 | Diterbitkan: 03 April 2026 Abstract This article comprehensively examines the dimensions of language, leadership philosophy, and pro-people policies of West Java Governor Kang Dedi Mulyadi (KDM), who has served since February 20, 2025. Using a descriptive qualitative approach based on literature review and Critical Discourse Analysis (CDA), the study finds that KDM constructs his political identity through the synthesis of three elements: (1) the use of Sundanese language as an incl...

DAMPAK OTAK DAN AI: KRISIS KOGNITIF DI ERA DIGITAL & SOLUSI SISTEMATIS BAGI PENGGUNA

DAMPAK OTAK DAN AI: KRISIS KOGNITIF DI ERA DIGITAL & SOLUSI SISTEMATIS BAGI PENGGUNA Pendahuluan: Ketika Kemudahan Menjadi Ancaman Di era kecerdasan buatan (AI), kita hidup dalam paradoks besar: teknologi memberi kita hasil instan, namun sekaligus mengikis kemampuan dasar berpikir kritis, analitis, dan kreatif. Seperti yang disampaikan Profesor MIT Max Tegmark dalam unggahan @asosiasi.ai, fenomena ini disebut sebagai “Cognitive Debt” — utang kognitif. Kita “meminjam” kemudahan hari ini, tapi membayarnya dengan hilangnya kemampuan berpikir besok. Unggahan tersebut juga menyoroti fakta mengejutkan: 83% pengguna AI tidak bisa menjelaskan hasil kerja mereka sendiri. Ini bukan sekadar masalah teknis — ini adalah krisis identitas intelektual. Jika kita tidak memahami proses di balik hasil yang dihasilkan AI, maka kita bukan lagi pengguna, melainkan penumpang pasif dalam perjalanan pemikiran kita sendiri. Esai ini akan membahas secara komprehensif: 1. Dampak neurologis dan kognitif AI ter...

Relevansi Pemikiran Rocky Gerung terhadap Gagasan “Merdeka Persemakmuran Nusantara Sundaland” — Sebuah Refleksi Kritis atas Demokrasi, HAM, Feminisme, dan Pancasila dalam Konteks Geopolitik Baru

Gambar
Relevansi Pemikiran Rocky Gerung terhadap Gagasan “Merdeka Persemakmuran Nusantara Sundaland” — Sebuah Refleksi Kritis atas Demokrasi, HAM, Feminisme, dan Pancasila dalam Konteks Geopolitik Baru Pendahuluan: Menggugat Narasi Nasionalisme Tradisional melalui Lensa Filsafat Publik Gagasan “Merdeka Persemakmuran Nusantara Sundaland” — meskipun belum menjadi wacana resmi atau akademis yang mapan — dapat dipahami sebagai sebuah proyeksi imajinatif politik yang mencoba merombak ulang konsep kedaulatan, identitas, dan tata kelola wilayah di Asia Tenggara, khususnya di kawasan yang secara geologis dikenal sebagai Sundaland (termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, dan sebagian Filipina). Istilah ini menyiratkan keinginan untuk membentuk entitas politik baru yang tidak lagi terikat pada batas-batas kolonial, tetapi justru berbasis pada kesamaan ekologis, budaya, dan sejarah pra-kolonial. Dalam konteks inilah pemikiran Rocky Gerung — filsuf publik yang tajam, provokatif, dan ...

Jejak Peradaban yang Tenggelam: Menelusuri Kebangkitan, Masa Keemasan, dan Kejayaan Bangsa Sundaland

Jejak Peradaban yang Tenggelam: Menelusuri Kebangkitan, Masa Keemasan, dan Kejayaan Bangsa Sundaland Abstrak Sundaland—Paparan Sunda—merupakan daratan luas yang pernah menyatukan Semenanjung Malaya, Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan pulau-pulau sekitarnya selama Zaman Es terakhir. Ketika permukaan laut naik hingga 130 meter pada akhir periode glasial, daratan ini perlahan tenggelam, meninggalkan gugusan kepulauan yang kini dikenal sebagai Asia Tenggara maritim. Tulisan ini menelusuri kebangkitan Sundaland sebagai ruang hidup purba manusia, menelaah indikasi masa keemasan budayanya, dan mengupas jejak kejayaan peradaban yang diduga pernah berkembang di atasnya—seraya menimbang dengan kritis perdebatan ilmiah yang menyertainya. Kata Kunci: Sundaland, Paparan Sunda, peradaban purba, Zaman Es, migrasi manusia, Gunung Padang, Atlantis, Stephen Oppenheimer 1. Pendahuluan Di dasar laut yang tenang antara Jawa dan Kalimantan, terkubur sebuah daratan yang dahulu menjadi panggung kehidupan manusia ...

Abstract Konferensi

Subject: Abstract Submission:                      [ Rohmandar and Sari Dewi ] – 9th Swedish Conference in Economics 2026 Date: [Current Date, e.g., May 7, 2026] To: The Program Committee 9th Swedish Conference in Economics Jönköping International Business School (JIBS) Jönköping University Sweden Dear Members of the Program 8, I am writing to submit my abstract for consideration for presentation at the 9th Swedish Conference in Economics, scheduled to take place on November 20–21, 2026, at Jönköping University. Paper Title: Beyond Linearity: Identifying Asymmetric and Non-Linear Dynamics in Urban-Rural Inequality through a Theonomic Framework Author(s):Opsi 2:                                      Asep Rohmandar Independent Researcher of Sunda Nusantara Community (MPMSN) and Sundaland Researchers Society rohmandarasep54@gmail.com / rasep70...