Pengembangan Biokomputer Ramah Lingkungan: Menuju Komputasi Berkelanjutan Berbasis Biologi
Pengembangan Biokomputer Ramah Lingkungan: Menuju Komputasi Berkelanjutan Berbasis Biologi I. Pendahuluan Krisis energi dan jejak karbon industri komputasi digital telah menjadi salah satu tantangan lingkungan paling mendesak di abad ke-21. Pusat data global diproyeksikan mengonsumsi sekitar 20% listrik dunia dan menyumbang hingga 5% emisi karbon global pada tahun 2025 (AI-Centric Management of Resources, 2025). Kondisi ini semakin diperparah oleh pertumbuhan eksponensial kebutuhan komputasi untuk melatih model kecerdasan buatan berskala besar, yang kebutuhan komputasinya meningkat 300.000 kali lipat antara tahun 2012 dan 2018 (Metrics and Evaluations for Sustainable AI, 2025). Di tengah situasi ini, biokomputer—sistem komputasi yang memanfaatkan materi biologis hidup seperti sel otak, DNA, dan mikroorganisme—muncul sebagai alternatif yang menjanjikan efisiensi energi luar biasa sekaligus keberlanjutan lingkungan. Biokomputer ramah lingkungan bukan sekadar wacana futuristik, melainkan ...