Postingan

Sebaran DNA "Out of Sundaland" di Antara "Out of Africa" dan "Out of Taiwan": Analisis Logis dan Komprehensif

Gambar
Sebaran DNA "Out of Sundaland" di Antara "Out of Africa" dan "Out of Taiwan": Analisis Logis dan Komprehensif Pendahuluan: Tiga Model Migrasi Manusia Untuk memahami sebaran DNA manusia di Asia Tenggara dan khususnya bangsa Sunda, kita perlu melihat tiga gelombang migrasi besar yang saling berkaitan: 1. Out of Africa (~70.000-50.000 tahun lalu) 2. Out of Sundaland  (~15.000-7.000 tahun lalu)  3. Out of Taiwan  (~5.000-4.000 tahun lalu) 1. Gelombang Pertama: Out of Africa ke Sundaland 1.1 Migrasi Awal Homo Sapiens Dari hasil pemeriksaan DNA mitokondria dan kromosom Y, ditemukan bahwa populasi di kepulauan ini memiliki jejak genetik dari gelombang migrasi manusia Out of Africa awal yang melalui rute selatan sekitar 60.000 tahun yang lalu [ResearchGate](https://www.researchgate.net/publication/236859632_ANALISIS_URUTAN_NUKLEOTIDA_DAERAH_HIPERVARIABEL_I_HVI_DNA_MITOKONDRIA_PADA_SUKU_SUNDA_UNTUK_MENENTUKAN_MOTIF_POPULASINYA) . Keberadaan manusia di A...

Somasi Terbuka Kepada Yth. Manajemen Www.sundainternasional.com Di Tempat

Gambar
Somasi Terbuka  Kepada Yth.   Manajemen Www.sundainternasional.com Di Tempat   Perihal: Somasi atas Penggunaan Nama Sunda   Dengan hormat,   Kami, sebagai perwakilan masyarakat Sunda, menyampaikan keberatan atas penggunaan nama Sunda oleh [nama perusahaan/negara/entitas] dalam kegiatan komersial maupun non-komersial yang tidak memiliki hubungan dengan masyarakat Sunda, budaya Sunda, maupun kepentingan lokal di Jawa Barat, Indonesia.   bukti terlampir :      Nama Sunda merupakan identitas kultural, historis, dan sosial masyarakat Sunda yang telah hidup dan berkembang selama berabad-abad. Penggunaan nama tersebut tanpa izin atau tanpa kepentingan yang sah berpotensi:   - Menimbulkan kebingungan publik terkait asal-usul dan makna nama Sunda.   - Mengurangi nilai budaya dan identitas masyarakat Sunda.   - Melanggar prinsip penghormatan terhadap hak budaya sebagaimana diatur dalam ...

Opini: Dampak Kebiasaan Uni Eropa terhadap Tatanan Multipolar Global

Opini: Dampak Kebiasaan Uni Eropa terhadap Tatanan Multipolar Global Perkembangan dunia menuju tatanan multipolar—di mana kekuatan global tidak lagi terpusat pada satu negara adidaya—semakin nyata. Dalam konteks ini, kebiasaan dan pola kebijakan (UE) memainkan peran penting, baik sebagai penyeimbang, mediator, maupun aktor normatif. Pertanyaannya: apakah kebiasaan UE memperkuat multipolaritas yang stabil, atau justru menciptakan ketegangan baru? 1. Kebiasaan Normatif: Kekuatan Regulasi sebagai Instrumen Global UE dikenal sebagai “normative power”—kekuatan yang mengekspor standar hukum, lingkungan, dan hak asasi manusia. Dari regulasi digital hingga standar emisi karbon, kebijakan UE sering menjadi rujukan global. Kebiasaan ini memperkuat multipolaritas karena: Memberi alternatif model tata kelola selain model Amerika atau Tiongkok. Menjadikan hukum dan regulasi sebagai alat pengaruh, bukan hanya kekuatan militer. Namun, pendekatan regulatif yang ketat juga berpotensi memicu r...

AI, Tools In Education

Gambar
AI, Tools In Education                                                                                            Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan ekosistem Google Tools di tahun 2026 bukan lagi sekadar tren teknologi, melainkan fondasi baru dalam dunia pendidikan. Secara komprehensif, integrasi ini telah mengubah paradigma dari "pembelajaran massal" menjadi "pembelajaran personal dan adaptif". Berikut adalah opini komprehensif mengenai fenomena ini: 1. Personalisasi Skala Besar: Akhir dari Satu Kurikulum untuk Semua Dahulu, mustahil bagi seorang guru untuk memberikan materi yang berbeda bagi 30 siswa dalam satu kelas. Sekarang, melalui fitur seperti Gemini untuk Education, personalisasi menjadi otomatis:  a. Guided Learning: AI tid...

Menjelang Bulan Penuh Berkah: Pesan Hati Menyambut Ramadan

Gambar
Menjelang Bulan Penuh Berkah: Pesan Hati Menyambut Ramadan Dari Asep Rohmandar  Kepada Diri Sendiri: Bersiaplah dengan Hati yang Ikhlas Wahai diri, sebentar lagi kita akan memasuki bulan yang penuh ampunan dan berkah. Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi adalah sebuah perjalanan spiritual untuk mendekatkan diri kepada-Nya. "Puasa itu bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi menahan lisan dari kata sia-sia, menahan mata dari pandangan yang tidak pantas, dan menahan hati dari segala yang mengotorinya." - Imam Al-Ghazali Persiapkan dirimu dengan: 1. Membersihkan hati dari segala dendam, iri, dan dengki 2. Memaafkan  mereka yang pernah menyakitimu 3. Meminta maaf  kepada semua yang pernah kau lukai 4. Meniatkan  puasa dengan ikhlas karena Allah semata Ingatlah firman Allah dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 183: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu b...

LANDASAN FILOSOFIS: MENYATUKAN ILMU, TULISAN, DAN IBADAH

Gambar
Tulisàn  ini bukan sekadar motivasi , tapi peta aksi konkret yang bisa dijalani harian–tahunan , selaras dengan profesi, mimpi sebagai penulis & peneliti , serta orientasi makna dunia–akhirat . I. LANDASAN FILOSOFIS: MENYATUKAN ILMU, TULISAN, DAN IBADAH Mimpi menjadi penulis dan peneliti bukan ambisi ego semata, melainkan amanah peradaban . “Ilmu tanpa amal adalah kegilaan, dan amal tanpa ilmu adalah kesia-siaan.” — Imam Al-Ghazali Dalam Islam dan tradisi intelektual besar dunia, menulis dan meneliti adalah ibadah sosial (ʿibādah ijtimāʿiyyah) bila: Diniatkan untuk kebenaran Menguatkan kemanusiaan Memberi manfaat jangka panjang “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.” — HR. Ahmad Maka targetnya jelas: 👉 Menjadi produsen makna, bukan sekadar konsumen informasi. II. IDENTITAS PROFESIONAL: MENETAPKAN PERAN HIDUP Agar aksi konkret tidak kabur, tetapkan identitas peran utama : Identitas Inti Penulis gagasan (idea w...

Article : Humanizing Education in Sundaland: Integrating Religious Values and Global Citizenship for a Better Future

Gambar
SURAT PENGANTAR ARTIKEL   Nomor: 03/SP/AR/I/2026   Kepada Yth.   Panitia Seleksi Artikel Ilmiah   Program Kompetisi Akademik Internasional   di Tempat   Dengan hormat,   Melalui surat ini, saya mengajukan artikel ilmiah berjudul “Humanizing Education in Sundaland: Integrating Religious Values & Global Citizenship for a Better Future” sebagai bentuk kontribusi akademik dalam forum ilmiah yang Bapak/Ibu selenggarakan.   Artikel ini membahas bagaimana pendidikan di Sundaland dapat dimanusiakan melalui integrasi nilai-nilai religius dengan kewargaan global. Fokus utama tulisan ini adalah pada upaya membangun generasi yang berkarakter, beretika, serta memiliki kesadaran lintas budaya dan tanggung jawab global. Dengan pendekatan yang menggabungkan kearifan lokal dan perspektif universal, artikel ini diharapkan mampu memberikan gagasan segar bagi dunia pendidikan yang berkelanjutan.   Saya berharap ar...