Menafsir Ulang Jejak Islamisasi Nusantara: Refleksi Kritis atas Webinar Arkeologi dan Budaya Lokal
Menafsir Ulang Jejak Islamisasi Nusantara: Refleksi Kritis atas Webinar Arkeologi dan Budaya Lokal Webinar Forum Kebhinnekaan Seri #38 yang mengangkat tema “Pertemuan Islam dan Budaya Lokal dalam Perspektif Arkeologi” menghadirkan tantangan intelektual yang menarik: bagaimana arkeologi—dengan segala keterbatasan dan kelebihannya—dapat menafsirkan proses Islamisasi yang telah berlangsung berabad-abad di Nusantara. Berikut adalah elaborasi kritis terhadap sejumlah pertanyaan fundamental yang layak menjadi pemantik diskusi. 1. Metodologi Arkeologi: Antara Bukti Material dan Sumber Tekstual Pertanyaan tentang sejauh mana metode arkeologi mampu menafsirkan proses Islamisasi bukanlah pertanyaan teknis semata, melainkan pertanyaan epistemologis tentang sifat pengetahuan sejarah itu sendiri. Keunggulan arkeologi terletak pada kemampuannya menyediakan data yang “tak terbantahkan” dalam arti fisik—artefak, struktur bangunan, pecahan keramik, dan sisa-sisa organik yang dap...