Postingan

Paradoks AI dalam Riset Ilmiah – Ketika Temuan Empiris Menjadi Bukti Valid, Kendala HKI Tak Harus Menghentikan Jejak Peneliti

Paradoks AI dalam Riset Ilmiah – Ketika Temuan Empiris Menjadi Bukti Valid, Kendala HKI Tak Harus Menghentikan Jejak Peneliti Pendahulutan Pertemuan antara hukum kekayaan intelektual (HKI) dengan kecerdasan buatan (AI) dalam ranah riset ilmiah di Indonesia merupakan sebuah persinggungan yang sarat paradoks. Di satu sisi, para peneliti didorong untuk menghasilkan publikasi ilmiah dan temuan-temuan yang inovatif sebagai bagian dari kontribusi keilmuan global. Di sisi lain, penggunaan AI dalam proses riset membawa serta konsekuensi hukum yang rumit, terutama ketika hak cipta (copyright) atas konten yang dihasilkan AI menjadi tanda tanya besar. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: Apabila seorang peneliti secara jujur dan transparan menggunakan AI untuk mendukung proses risetnya, lalu berhasil membuktikan secara empiris validitas dan signifikansi keilmuan dari hasil riset tersebut, apakah kendala pada sisi HKI seharusnya menjadi penghalang mutlak bagi peneliti untuk melanjutkan kiprah k...

Seharusnya Ensiklopedia Sunda Berawal Dari Story Kemudian, Atlantis, Sundaland: Linimasa Pengetahuan dari Mitos ke Fakta Ilmiah

Seharusnya Ensiklopedia Sunda Berawal Dari Story Kemudian, Atlantis, Sundaland: Linimasa Pengetahuan dari Mitos ke Fakta Ilmiah Oleh: Rohmandar Asep Abstrak Artikel ini mengupas tesis bahwa Ensiklopedia Sunda—sebagai sistem pengetahuan komprehensif tentang alam, manusia, dan budaya Sunda—sesungguhnya berawal dari tiga lapis fondasi epistemologis yang saling bertaut: (1) lapis story (narasi lisan dan mitologi Sunda), (2) lapis Atlantis (hipotesis dan perdebatan tentang peradaban maju yang tenggelam), dan (3) lapis Sundaland (fakta geologis tentang daratan purba yang kini terendam). Ketiganya membentuk sebuah linimasa pengetahuan yang bergerak dari ranah mitos dan narasi menuju ranah fakta ilmiah yang terverifikasi, namun tetap mempertahankan unsur cerita sebagai benang merah yang menyatukan semuanya. Dengan merunut sumber-sumber dari naskah kuno seperti Sang Hyang Siksa Kandang Karesian dan Tutur Bwana, hipotesis atlantologis dari Arysio Nunes dos Santos dan Danny Hilman Natawidjaja, hi...

Dari Riset Akademis ke Dampak Global – Menjembatani Kesenjangan antara Disertasi dan Disrupsi

Gambar
Dari Riset Akademis ke Dampak Global – Menjembatani Kesenjangan antara Disertasi dan Disrupsi Oleh: Asep Rohmandar Pendahuluan Dalam lanskap pengetahuan abad ke-21, pertanyaan besar yang menghantui dunia akademis dan industri adalah: Bagaimana riset yang lahir dari ruang kuliah dan laboratorium dapat benar-benar mengubah dunia? Tiga cuplikan dari sebuah acara Alumni Talk Series yang menampilkan Ayisha Ayub Syed, seorang alumni Binus DCS sekaligus AI Researcher dan Book Curator, mengangkat tema sentral: “Translating Research into Global Impact” dan “From Dissertation to Disruptor: Scaling Deep Tech on a Global Stage.” Tulisan ini akan mengupas secara komprehensif bagaimana perjalanan seorang peneliti doktoral—dengan segala kerumitan metodologi, disiplin analitis, dan kebiasaan verifikasi—dapat diubah menjadi sebuah mesin penciptaan pengetahuan yang berdampak global. Lebih dari sekadar laporan, artikel ini juga menyertakan opini kritis tentang apa yang selama ini menjadi titi...

SPMB 2026 Jabar Down, Pendaftar Terhambat Kendala Teknis dan Kewajiban Akun Sekolah Asal

Gambar
SPMB  2026 Jabar Down, Pendaftar Terhambat Kendala Teknis dan Kewajiban Akun Sekolah Asal BANDUNG, 29 Mei 2026 – Hari pertama pembukaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri di Jawa Barat, Jumat (29/5/2026), diwarnai dengan dua kendala utama: gangguan teknis pada server website dan kebingungan calon siswa terkait persyaratan akun login. Ribuan pendaftar mengeluhkan situs spmb.jabarprov.go.id yang sulit diakses (down), sementara banyak pula yang terkendala karena belum mempersiapkan Username dan Password dari sekolah asal. Gangguan Akses dan Antrean Digital Sejak pukul 08.00 WIB, laman resmi SPMB Jabar dilaporkan mengalami overload akibat lonjakan trafik massal. Dokumentasi yang beredar di media sosial menunjukkan layar tablet dan ponsel calon siswa yang terhenti di halaman "Informasi Utama" atau gagal masuk ke tahap pengisian data. "Saya sudah siapkan semua berkas, tapi saat mau login, websitenya tidak merespons. Sudah coba berkali-k...

Usulan Urgensi Hak Pledoi Ilmiah" (Scientific Plea Right)

Usulan Urgensi Hak Pledoi Ilmiah" (Scientific Plea Right)                                                                                                                                                                                                          Hak untuk didengar dan membela diri dalam proses akademik, atau yang dikenal sebagai "Pledoi Ilmiah" (Scientific Plea), adalah perwujudan nyata dari prinsip due process of law yang harus dijamin. Usulan ini disusun secara komprehens...

Skandal Akademik di ISPPD 2026 — Ketika Celah Travel Grant Memicu Pemalsuan Riset Ilmiah

Gambar
Skandal Akademik di ISPPD 2026 — Ketika Celah Travel Grant Memicu Pemalsuan Riset Ilmiah Pendahuluan Pada pertengahan Mei 2026, dunia akademik global dikejutkan oleh sebuah skandal yang melibatkan sejumlah warga negara Indonesia (WNI) dalam konferensi ilmiah internasional bergengsi. Konferensi ke-14 International Society of Pneumococcal and Pneumococcal Diseases (ISPPD) yang diselenggarakan di Kopenhagen, Denmark pada 17–21 Mei 2026——sebuah forum yang selama 14 tahun dikenal sebagai ajang terdepan bagi para ahli pneumonia di dunia——tiba-tiba menjadi pusat perhatian bukan karena terobosan ilmiahnya melainkan karena dugaan pelanggaran integritas akademik yang terjadi di dalamnya. Fakta-Fakta Utama Kasus Pelaku dan Latar Belakang Akademik Tiga nama utama yang disebut-sebut terlibat dalam dugaan pemalsuan riset ini adalah Prihantini (akrab disapa Titin), Rifaldy Fajar, dan Rini Winarti. Latar belakang akademik ketiganya cukup beragam. Prihantini menyelesaikan pendidikan Sarjana...