Postingan

Janji Desember, Celah Juni: Menakar Kontradiksi RUU Perampasan Aset dan Pasal 50A UU P2SK

Gambar
Janji Desember, Celah Juni: Menakar Kontradiksi RUU Perampasan Aset dan Pasal 50A UU P2SK Dua Kebijakan, Dua Arah yang Berlawanan Dalam kurun kurang dari enam bulan, pemerintah dan DPR RI menerbitkan dua kebijakan yang secara desain berjalan berlawanan arah. Yang pertama, disahkan diam-diam pada 17 Juni 2026, adalah Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Yang kedua adalah janji politik yang digaungkan dengan sorotan media pada akhir Agustus 2026: RUU Perampasan Aset dipastikan disahkan paling lambat 15 Desember 2026. Satu kebijakan memberi perlindungan hukum. Satu lagi dirancang untuk merampas aset hasil kejahatan. Pertanyaannya: apakah keduanya bisa berjalan beriringan, atau justru saling meniadakan? Kronologi dan Fakta yang Terverifikasi Pasal 50A UU P2SK (berlaku sejak 17 Juni 2026) Pasal ini mengatur instrumen surat utang khusus terbitan Badan Pengelola Investasi Daya Anaga...

Utamakan Kalimat Efektif dalam Karya Tulis Ilmiah

Gambar
Utamakan Kalimat Efektif dalam Karya Tulis Ilmiah Pengantar Kalimat efektif merupakan fondasi utama dalam konstruksi karya tulis ilmiah. Tanpa penguasaan kalimat yang baik, pesan atau temuan penelitian tidak akan tersampaikan secara tepat kepada pembaca. Gorys Keraf (2007) menegaskan bahwa kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan penuturnya secara tepat sehingga dapat menimbulkan gagasan yang sama tepatnya pada pikiran pendengar atau pembaca seperti yang dimaksudkan oleh penutur atau penulisnya. Dalam konteks karya tulis ilmiah, ketepatan gagasan ini bukan sekadar kehendak estetika bahasa, melainkan prasyarat epistemik—tanpa kejelasan bentuk, tidak ada kejelasan isi. Artikel ini membahas secara komprehensif prinsip-prinsip pembentukan kalimat efektif dalam karya tulis ilmiah, mencakup aspek kehematan kata, keselarasan struktur, kesinambungan makna, kepaduan wacana, serta kelengkapan gramatikal. Setiap aspek dilengkapi dengan contoh dan rujukan teori y...

KEJAHATAN HAK DASAR OLEH NEGARA YANG TERSEMBUNYI

KEJAHATAN HAK DASAR OLEH NEGARA YANG TERSEMBUNYI :   Sintesis Kritis atas Pola Pikir Lima Pakar Sebuah Esai Analitis Pendahuluan Ada satu jenis kejahatan yang jarang muncul dalam catatan kriminal, tidak pernah disidangkan di pengadilan pidana, dan hampir tidak pernah diliput sebagai "kejahatan" oleh media arus utama. Ia tidak dilakukan dengan pistol atau parang, melainkan dengan formulir kebijakan, klausul kontrak, dan siaran pers. Ia tidak menyisakan mayat yang mudah dihitung, melainkan generasi yang kehilangan tanah, kesehatan, atau suara politiknya secara perlahan. Inilah yang dapat disebut Kejahatan Hak Dasar yang Tersembunyi (Hidden Fundamental Rights Crimes): pelanggaran sistematis terhadap hak-hak dasar warga negara yang berlangsung di ruang terang-terangan, dilakukan oleh aktor yang sah secara hukum, namun disamarkan sedemikian rupa sehingga korban maupun pengamat awam sulit mengenalinya sebagai kejahatan. Untuk memahami anatomi kejahatan semacam ini, esai ini menelus...

Menjemput Masa Depan: Lima Pilar Riset Berpeluang Meraih Nobel Prize

Menjemput Masa Depan: Lima Pilar Riset Berpeluang Meraih Nobel Prize Hadiah Nobel telah lama menjadi tolok ukur tertinggi bagi kontribusi ilmiah yang mengubah peradaban manusia. Dari penemuan struktur DNA hingga pengembangan teknologi laser, para peraih Nobel tidak hanya menjawab pertanyaan mendasar tentang alam semesta, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi tantangan kemanusiaan. Di tengah krisis global yang kompleks saat ini—mulai dari perubahan iklim hingga ancaman kesehatan mental—terdapat lima bidang riset yang tidak hanya relevan secara akademis, tetapi juga memiliki dampak transformatif yang sangat besar. Kelima area ini—perubahan iklim, energi surya, obat penyakit langka, keamanan siber, dan neurosains kesehatan mental—memiliki potensi kuat untuk menghasilkan terobosan yang layak dihargai dengan Nobel Prize di masa depan. Pertama, penelitian tentang Perubahan Iklim dan Dampaknya terhadap Kehidupan di Bumi berada di garis depan urgensi global. Komite Nobel telah menunjukkan m...

Strategi Model Sistem: Membangun Ekosistem Literasi Inklusif, Aksesibel, Setara, dan Kontekstual bagi Masyarakat Sunda dan Nusantara

Strategi Model Sistem: Membangun Ekosistem Literasi Inklusif, Aksesibel, Setara, dan Kontekstual bagi Masyarakat Sunda dan Nusantara                                                                      Oleh Asep Rohmandar                                                                                                  Abstrak Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan fondasi bagi partisipasi warga dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya. Di Indonesia, kesenjangan literasi masih menganga—antara kota dan desa, antara pusat dan pinggiran, antara bahasa ...

INTERPRETASI HERMENEUTIS SUNDALAND: Rekonstruksi Inferensial sebagai Kemungkinan yang Pernah Terjadi

INTERPRETASI HERMENEUTIS SUNDALAND: Rekonstruksi Inferensial sebagai Kemungkinan yang Pernah Terjadi Asep Rohmandar dan Tim Kajian Hermeneutika Peradaban Korespondensi: rasep7029@gmail.com ABSTRAK Artikel ini membangun argumen filosofis bahwa interpretasi hermeneutis atas Sundaland — paparan benua Asia Tenggara yang tenggelam antara 14.000–6.000 SM — secara epistemologis sah sebagai rekonstruksi inferensial berdasarkan konvergensi bukti multidisiplin, meskipun tidak dapat diklaim sebagai kebenaran faktual yang absolut, melainkan sebagai 'kemungkinan yang pernah terjadi' (probable past). Dengan mengelaborasi kerangka epistemologis dari Gadamer (Horizontverschmelzung), Ricoeur (mimesis dan identitas naratif), Peirce (abduktif reasoning), Collingwood (re-enactment), dan tradisi filsafat ilmu Lakatos (program riset progresif), artikel ini berargumen bahwa status 'kemungkinan yang pernah terjadi' bukan merupakan kelemahan epistemologis, melainkan merupakan posisi yang paling...

HERMENEUTIKA MULTIDISIPLIN SUNDALAND: Kajian Integratif Geologi, Arkeologi, Filsafat, dan Budaya

HERMENEUTIKA MULTIDISIPLIN SUNDALAND: Kajian Integratif Geologi, Arkeologi, Filsafat, dan Budaya Asep Rohmandar dan Tim Peneliti Hermeneutika Nusantara Email: rasep7029@gmail.com ABSTRAK Artikel ini mengeksplorasi Sundaland — paparan benua yang kini terendam di Asia Tenggara — melalui pendekatan hermeneutika multidisiplin yang mengintegrasikan geologi, arkeologi, filsafat, dan kajian budaya. Sundaland, yang mencakup wilayah seluas lebih dari 3 juta km² pada masa Last Glacial Maximum (±20.000 SM) dan tenggelam secara bertahap antara 14.000–6.000 SM, tidak hanya merupakan fenomena geologis semata, melainkan juga merupakan teks peradaban yang terus berbicara melalui warisan genetika, linguistik, mitologi, dan sistem pengetahuan indigenos masyarakat Nusantara. Dengan menggunakan kerangka hermeneutika Gadamer (Horizontverschmelzung), Ricoeur (triple mimesis), Heidegger (Dasein dan Unheimlichkeit), serta pendekatan dekolonial Mignolo dan Spivak, penelitian ini berargumen bahwa pemahaman komp...