Postingan

Analisis Komparatif Kebijakan Pengurangan Kesenjangan dan Peningkatan Pemerataan Ekonomi di Indonesia Era SBY, Jokowi, dan Prabowo dalam Perspektif Ekonomi Teonomi

Gambar
JURNAL THEONOMIC Analisis Komparatif Kebijakan Pengurangan Kesenjangan dan Peningkatan Pemerataan Ekonomi di Indonesia Era SBY, Jokowi, dan Prabowo dalam Perspektif Ekonomi Teonomi Oleh Asep Rohmandar ABSTRAK Penelitian ini menganalisis kebijakan pengurangan kesenjangan dan peningkatan pemerataan ekonomi di Indonesia pada masa pemerintahan tiga presiden—Susilo Bambang Yudhoyono (2004–2014), Joko Widodo (2014–2024), dan Prabowo Subianto (2024–sekarang)—melalui kerangka analisis ekonomi teonomi. Ekonomi teonomi menawarkan paradigma alternatif yang berangkat dari hukum ilahi, menekankan keadilan dan kasih sebagai tujuan utama ekonomi, bukan sekadar akumulasi kekayaan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif komparatif berdasarkan data sekunder dari BPS, Bank Dunia, dan literatur akademis, penelitian ini mengevaluasi setiap era kebijakan berdasarkan lima pilar teonomi: (1) Hak Milik yang Berkeadilan, (2) Distribusi yang Adil, (3) Perlindungan terhadap Kaum Lemah, (4) Pengelolaan Utang yan...

Teori Etno-Theoetika dalam Pengembangan Pedoman Praktis AI Berkeadilan dan Transparan untuk Pelestarian Budaya Sunda Lintas Skala di Era Disrupsi Teknologi: Sebuah Tinjauan Historis, Kontemporer, dan Futuristik

Teori Etno-Theoetika dalam Pengembangan Pedoman Praktis AI Berkeadilan dan Transparan untuk Pelestarian Budaya Sunda Lintas Skala di Era Disrupsi Teknologi: Sebuah Tinjauan Historis, Kontemporer, dan Futuristik Oleh Rohmandar Asep                                                                                                    Abstrak Artikel ini mengajukan teori etno-theoetika sebagai kerangka konseptual baru untuk mengembangkan pedoman praktis pengembangan AI yang berkeadilan, transparan, dan selaras dengan visi pelestarian budaya Sunda pada skala lokal, regional, dan global. Berbeda dari pendekatan etika AI universalistik yang didominasi perspektif Barat, etno-theoetika menawarkan sintesis antara etika teologis yang berakar pada wahyu (t...

KABINET BAYANGAN: MEMBACA REKAYASA PENGAWASAN SIPIL

Gambar
KABINET BAYANGAN: MEMBACA REKAYASA PENGAWASAN SIPIL TERHADAP PEMERINTAHAN PRABOWO–GIBRAN MELALUI KERANGKA INPUT–PROSES–OUTPUT–IMPACT (IPOI) Asep Rohmandar Masyarakat Peneliti Mandiri Kasundaan Nusantara, Jawa Barat, Indonesia Abstrak Pada 27 Juli 2026, koalisi masyarakat sipil yang terdiri atas akademisi, ekonom, dan aktivis meluncurkan “Kabinet Bayangan”, sebuah forum pengawasan alternatif terhadap Kabinet Merah Putih pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka. Artikel ini menganalisis fenomena tersebut melalui kerangka Input–Proses–Output–Impact (IPOI) untuk memahami bagaimana modal sosial dan epistemik warga diubah menjadi mekanisme pembanding kebijakan berbasis data. Temuan menunjukkan bahwa Kabinet Bayangan lahir dari kesenjangan struktural check and balances — koalisi pemerintah yang gemuk, pengawasan DPR yang melemah, dan nyaris tiadanya oposisi formal — dan diproses melalui seleksi meritokratis 15 posisi zaken cabinet yang jauh lebih ramping dibanding 48 kementerian r...

Dari Riset Inovatif ke Aset Bernilai Pasar dan Industri: Kerangka Komersialisasi Paten di Indonesia

Dari Riset Inovatif ke Aset Bernilai Pasar dan Industri: Kerangka Komersialisasi Paten di Indonesia                                                                     Oleh Rohmandar Asep                                      1. Pendahuluan Indonesia saat ini berada di persimpangan krusial antara kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan kemampuan mengolahnya menjadi nilai tambah yang berkelanjutan. Pemerintah melalui Kementerian Hukum mendorong perguruan tinggi untuk meningkatkan hilirisasi riset dan kekayaan intelektual agar tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah atau dokumen semata, agar riset dapat berkembang menjadi aset bernilai ekonomi yang mampu memperkuat daya saing nasional, suatu upaya yang dinilai penting agar In...