Postingan

TRIANGULASI TEO-ETIS

ESAI KONSEPTUAL TRIANGULASI TEO-ETIS :  Kerangka Analisis Delapan Dimensi untuk Penelitian Deskriptif, Evaluatif, dan Preskriptif Berbasis Prinsip Teonomi Masyarakat Peneliti Mandiri Kasundaan Nusantara (MPMKN) Naskah Kerja — Agustus 2026 Abstrak Esai ini mengelaborasi Triangulasi Teo-Etis, sebuah kerangka analisis delapan dimensi — Text, Reason, Institution, Action, Nature, Global, Utilitas, dan Legacy (T-R-I-A-N-G-U-L) — yang dirancang untuk membawa penelitian kebijakan dan sosial-keagamaan melampaui modus deskriptif menuju modus evaluatif dan preskriptif. Berbeda dari triangulasi metodologis konvensional yang membatasi diri pada tiga sumber data untuk tujuan validitas, kerangka ini memperluas cakupan verifikasi kepada delapan aras pemeriksaan yang saling mengoreksi: otoritas tekstual, keabsahan rasional, tata kelola kelembagaan, realitas praktik, tanggung jawab ekologis, relevansi global, kemanfaatan sosial, dan keberlanjutan antargenerasi. Esai berargumen bahwa validitas kompre...

Analisis Komparatif Kebijakan Pengurangan Kesenjangan dan Peningkatan Pemerataan Ekonomi di Indonesia Era SBY, Jokowi, dan Prabowo dalam Perspektif Ekonomi Teonomi

Gambar
JURNAL THEONOMIC Analisis Komparatif Kebijakan Pengurangan Kesenjangan dan Peningkatan Pemerataan Ekonomi di Indonesia Era SBY, Jokowi, dan Prabowo dalam Perspektif Ekonomi Teonomi Oleh Asep Rohmandar ABSTRAK Penelitian ini menganalisis kebijakan pengurangan kesenjangan dan peningkatan pemerataan ekonomi di Indonesia pada masa pemerintahan tiga presiden—Susilo Bambang Yudhoyono (2004–2014), Joko Widodo (2014–2024), dan Prabowo Subianto (2024–sekarang)—melalui kerangka analisis ekonomi teonomi. Ekonomi teonomi menawarkan paradigma alternatif yang berangkat dari hukum ilahi, menekankan keadilan dan kasih sebagai tujuan utama ekonomi, bukan sekadar akumulasi kekayaan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif komparatif berdasarkan data sekunder dari BPS, Bank Dunia, dan literatur akademis, penelitian ini mengevaluasi setiap era kebijakan berdasarkan lima pilar teonomi: (1) Hak Milik yang Berkeadilan, (2) Distribusi yang Adil, (3) Perlindungan terhadap Kaum Lemah, (4) Pengelolaan Utang yan...

Teori Etno-Theoetika dalam Pengembangan Pedoman Praktis AI Berkeadilan dan Transparan untuk Pelestarian Budaya Sunda Lintas Skala di Era Disrupsi Teknologi: Sebuah Tinjauan Historis, Kontemporer, dan Futuristik

Teori Etno-Theoetika dalam Pengembangan Pedoman Praktis AI Berkeadilan dan Transparan untuk Pelestarian Budaya Sunda Lintas Skala di Era Disrupsi Teknologi: Sebuah Tinjauan Historis, Kontemporer, dan Futuristik Oleh Rohmandar Asep                                                                                                    Abstrak Artikel ini mengajukan teori etno-theoetika sebagai kerangka konseptual baru untuk mengembangkan pedoman praktis pengembangan AI yang berkeadilan, transparan, dan selaras dengan visi pelestarian budaya Sunda pada skala lokal, regional, dan global. Berbeda dari pendekatan etika AI universalistik yang didominasi perspektif Barat, etno-theoetika menawarkan sintesis antara etika teologis yang berakar pada wahyu (t...