Postingan

PEREMPUAN NYUNDA : Peran, Kedudukan, dan Kearifan Perempuan dalam Masyarakat dan Kebudayaan Sunda

Gambar
~ TANAH PASUNDAN ~   PEREMPUAN NYUNDA   Peran, Kedudukan, dan Kearifan Perempuan dalam Masyarakat dan Kebudayaan Sunda Kajian Komprehensif Berbasis Naskah Sunda Kuno, Tradisi Lisan, Paribasa, Sejarah, dan Penelitian Akademik Diterbitkan dalam rangka Hari Perempuan Internasional 8 Maret 2025 BAB I: PENDAHULUAN — NYUNDA SARENG AWEWE Masyarakat Sunda — salah satu suku terbesar di Indonesia dengan populasi lebih dari 42 juta jiwa yang mendiami sebagian besar wilayah Jawa Barat dan Banten — memiliki pandangan budaya yang khas dan mendalam tentang kedudukan perempuan. Dalam kosmologi budaya Sunda, perempuan bukan sekadar anggota keluarga; ia adalah penjaga nilai (pangaping pakeun), penerus tradisi, dan sumber kebijaksanaan yang mengalirkan silsilah budaya dari generasi ke generasi. Istilah 'Nyunda' berasal dari kata dasar 'Sunda' yang berarti bersih, cemerlang, atau terang (dari bahasa Sansekerta: suddha/sunda = bersih/murni). 'Nyunda' artinya berperilaku ...

Dampak Krisis Selat Hormuz Pada Negara Asia

Gambar
Dampak Krisis Selat Hormuz Pada Negara Asia                                                                                                                                  Penutupan Selat Hormuz oleh Iran pada akhir Februari 2026 telah menciptakan guncangan besar pada pasar energi global, dengan negara-negara Asia menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya . Sebagai jalur laut paling vital di dunia yang dilalui sekitar 31% minyak mentah dunia dan 20% LNG global, terblokirnya selat ini memicu kekhawatiran akan lonjakan harga, gangguan pasokan, dan tekanan inflasi di berbagai negara Asia . Berikut adalah analisis dampak penutupan Selat Hormuz terhadap ne...

PARADOKS PERANG DAN PERDAMAIAN:KRISIS MILITER AMERIKA SERIKAT – IRAN DI TELUK PERSIA DALAM KERANGKA BOARD OF PEACE

Gambar
ESSAY KAJIAN PERDAMAIAN INTERNASIONAL PARADOKS PERANG DAN PERDAMAIAN: KRISIS MILITER AMERIKA SERIKAT – IRAN DI TELUK PERSIA DALAM KERANGKA BOARD OF PEACE Tinjauan Kritis Berbasis Nobel Peace Prize Laureates dan Lembaga Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Maret 2026 ABSTRAK Essay ini menganalisis secara kritis paradoks mendasar dalam wacana keamanan internasional kontemporer: apakah eskalasi militer AS-Iran di Teluk Persia dapat diposisikan sebagai bagian dari program Board of Peace yang lebih luas, ataukah ia justru merupakan manifestasi paling nyata dari kegagalan diplomasi dan institusi perdamaian global? Dengan merujuk pada pemikiran para Pemenang Nobel Perdamaian — mulai dari Jimmy Carter, Mohamed ElBaradei, Shirin Ebadi, Barack Obama, hingga Beatrice Fihn — serta pernyataan resmi lembaga-lembaga pemenang Nobel seperti Komite Internasional Palang Merah (ICRC), Dokter Tanpa Batas (MSF), dan International Campaign to Abolish Nuclear Weapons (ICAN), essay ini berargumen bahwa framing ...

Uni Eropa (UE) semakin maju untuk Menjadi Kekuatan Multipolar Global

Gambar
Uni Eropa (UE) semakin maju untuk Menjadi Kekuatan Multipolar Global                                                                    Berdasarkan analisis terhadap dinamika geopolitik terkini, pernyataan bahwa Uni Eropa (UE) semakin maju untuk menjadi kekuatan multipolar global di samping China dan AS adalah sangat relevan dan akurat. Dunia saat ini sedang mengalami transisi sistemik dari era unipolar pimpinan Amerika Serikat menuju tatanan multipolar yang kompetitif . Dalam lanskap baru ini, Uni Eropa sedang berupaya keras untuk mereposisi dirinya dari sekadar pasar raksasa menjadi aktor geopolitik yang mandiri dan berpengaruh . Berikut adalah analisis mendalam mengenai posisi, langkah, dan tantangan Uni Eropa dalam mewujudkan ambisinya sebagai kutub kekuatan global. 1. Dari Pasar Menuju Kekuatan: Urgensi...

Satu Ekonom yang Percaya Dunia Bisa Diperbaiki : Menelusuri Pemikiran, Gagasan, dan Karya Jeffrey D. Sachs

Gambar
OPINI Satu Ekonom yang PercayaD unia Bisa Diperbaiki : Menelusuri Pemikiran, Gagasan, dan Karya Jeffrey D. Sachs Oleh: Asep Rohmandar  Ada sebuah pertanyaan yang mungkin terdengar naif: bisakah kemiskinan di dunia benar-benar dihapuskan? Bagi kebanyakan orang, ini terdengar seperti mimpi yang terlalu indah. Tapi bagi Jeffrey D. Sachs, pertanyaan itu bukan sekadar retorika. Ia adalah program kerja. Gambar Jeffrey D. Sachs (Tengah).  Sachs adalah ekonom asal Detroit yang pernah mendapat gelar B.A., M.A., dan Ph.D. dari Harvard sebelum mengajar di sana selama lebih dari dua puluh tahun. Hari ini ia menjabat sebagai University Professor di Columbia — gelar akademis tertinggi di kampus itu — sekaligus menjadi salah satu suara paling nyaring dalam perdebatan global tentang kemiskinan, iklim, dan perdamaian dunia. The New York Times pernah menyebutnya “mungkin ekonom paling penting di dunia.” Time magazine memasukkannya dua kali dalam daftar 100 orang paling berpengaruh. ...