Postingan

PERNYATAAN SIKAP MASYARAKAT PENELITI SUNDALAND

PERNYATAAN SIKAP MASYARAKAT PENELITI SUNDALAND  “Kembalikan Kedaulatan Rakyat Nusantara Secara Sah, Konstitusional dan Berkelanjutan Bagi Semua” Jakarta - Banten , [5/11/2026] Kami, warga negara dan elemen masyarakat Nusantara yang menandatangani pernyataan ini, dengan penuh kesadaran hukum dan tanggung jawab kebangsaan, menyatakan sikap sebagai berikut: Menimbang: 1. Bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 1 ayat (2) UUD 1945; 2. Bahwa penyalahgunaan kekuasaan, termasuk dugaan penyadapan ilegal terhadap pejabat negara dan warga sipil, merupakan pengkhianatan terhadap kepercayaan publik dan bertentangan dengan prinsip negara hukum; 3. Bahwa hak atas perlindungan diri pribadi, rasa aman, dan kerahasiaan komunikasi dijamin oleh Pasal 28G UUD 1945 serta peraturan perundang-undangan; 4. Bahwa setiap upaya memperjuangkan kedaulatan rakyat wajib dilakukan melalui mekanis...

Penyadapan Presiden oleh Pejabat Negara: Skandal Hukum dan Ujian bagi Kedaulatan Digital Indonesia

Penyadapan Presiden oleh Pejabat Negara: Skandal Hukum dan Ujian bagi Kedaulatan Digital Indonesia Jakarta 5/11/2026— Dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto oleh sejumlah perwira tinggi Polri telah mencuat sebagai salah satu skandal hukum paling serius dalam sejarah demokrasi Indonesia. Kasus ini bukan sekadar pelanggaran etika internal, melainkan sebuah tindak pidana berat yang melanggar berbagai perspektif hukum yang berlaku di Indonesia, mulai dari hukum pidana umum, hukum siber, hingga konstitusi dan HAM. Kronologi: Akses Ilegal ke Server Negara Berdasarkan penyidikan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, aksi penyadapan ini berlangsung dalam periode yang cukup panjang, yakni dari tahun 2025 hingga 2026. Modus operandinya terbilang canggih dan sistematis. Para tersangka diduga memerintahkan untuk memasukkan sejumlah nomor telepon, termasuk nomor milik Presiden, ke dalam server Lawful Interception Management System (LIMS) milik Polri. Yang membuat tindakan i...

Cendekiawan Sunda dan Arus Pemikirannya: Dari Pegon Sufistik hingga Kritik Ekologis Kontemporer

Cendekiawan Sunda dan Arus Pemikirannya: Dari Pegon Sufistik hingga Kritik Ekologis Kontemporer Ada anggapan lama bahwa khazanah intelektual Sunda lebih miskin dibandingkan Jawa atau Sumatera. Anggapan itu tidak berdasar. Jejak pemikiran cendekiawan Sunda justru menunjukkan dinamika yang kaya: dari tasawuf yang ditulis dalam aksara Pegon, kritik sosial di masa kolonial, hingga refleksi ekologis di era krisis iklim. Arus pemikirannya tidak pernah tunggal; ia bergerak dialektis antara kesetiaan pada kearifan lokal dan keterbukaan terhadap gagasan global. Akar Sufistik dan Tradisi Pegon Pada lapisan paling awal, cendekiawan Sunda menancapkan identitas intelektualnya melalui tradisi tulis Pegon. Syekh Abdul Muhyi dari Pamijahan, Tasikmalaya, misalnya, menulis Martabat Alam Tujuh dalam bahasa Sunda Pegon untuk menjelaskan ajaran sufi yang dipengaruhi konsep wahdat al-wujud Ibnu Arabi. Ini bukan sekadar translasi doktrin asing, melainkan upaya menerjemahkan metafisika Islam yang rumit ke dal...

Ketika Model Ekonomi Akhirnya Bertemu Manusia: HANK, Kaplan, dan Panggilan Teonomi Ekonomi

Gambar
Ketika Model Ekonomi Akhirnya Bertemu Manusia: HANK, Kaplan, dan Panggilan Teonomi Ekonomi Selama puluhan tahun, banyak kebijakan ekonomi dirancang di atas satu tokoh imajiner: "agen rata-rata". Ia rasional, berumur panjang, mampu menabung dan meminjam dengan mulus, dan menyesuaikan belanjanya dengan tenang mengikuti masa depan. Masalahnya, orang itu tidak ada di pasar, di warung, atau di antrean gaji bulanan. Itulah kegelisahan yang diangkat Greg Kaplan, ekonom University of Chicago, dalam bukunya Macro: The Economic Models That Shape Our World. Menurut deskripsi bukunya, model-model yang mendasari banyak kebijakan konvensional tidak selaras dengan cara orang sungguhan membelanjakan dan menabung. Ini terutama terasa bagi jutaan orang yang hidup dari gaji ke gaji. Gita Gopinath menyebut buku ini penjembatan antara riset mutakhir dan debat kebijakan dunia nyata. HANK: ekonomi dengan wajah yang beragam Puncak perjalanan buku ini adalah model HANK (Heterogeneous Agen...

Nobel 2026: Ilmu yang Tumbuh dari Keheranan, Kerja Bersama, dan Kerendahan Hati

Nobel 2026: Ilmu yang Tumbuh dari Keheranan, Kerja Bersama, dan Kerendahan Hati Opini ilmiah populer Oleh Asep Rohmandar Setiap Oktober, dunia menatap Stockholm dan Oslo seolah menunggu lahirnya pahlawan baru. Namun jika kita menyimak apa yang diucapkan para laureat Nobel 2026 beberapa jam setelah kabar itu datang, yang tampak bukan sosok pahlawan tunggal. Kita justru mendengar orang-orang yang terkejut, tertawa, menyebut kolega, dan mengaku heran pada dirinya sendiri. Dari kutipan-kutipan pendek itu, saya menarik tiga pelajaran yang relevan bagi siapa pun yang peduli pada kemajuan ilmu, termasuk di Indonesia. 1. Pertanyaan kecil yang tak kunjung dilepaskan Hadiah Nobel Kedokteran 2026 jatuh kepada Karl Deisseroth, Peter Hegemann, dan Georg Nagel untuk optogenetika, teknik yang memungkinkan sel saraf dinyalakan dan dimatikan dengan cahaya. Menurut liputan STAT News, ceritanya berawal dari rasa ingin tahu yang sederhana: bagaimana ganggang bersel tunggal Chlamydomonas bisa berenang men...

Sejarah Filsafat: dari Mitos hingga Pasca-Kebenaran

Gambar
Sejarah Filsafat: dari Mitos hingga Pasca-Kebenaran  1. Pra-Sokratik (±600-450 SM) Peralihan dari mythos ke logos, dengan pertanyaan pokok: apa arkhe (asas) alam semesta? - Thales: air sebagai asas segala sesuatu, sering disebut filsuf pertama - Anaximand : yang ada itu tetap, perubahan hanyalah ilusi - Empedokles dan Demokritos: empat unsur dan atomisme 2. Klasik Yunani (±450-322 SM) Fokus bergeser dari alam ke manusia, etika, dan pengetahuan. - Sokrates: metode dialektika, "hidup yang tak teruji tak layak dijalani" - Plato : dunia Ide, Akademia, Republik - Aristoteles : logika, metafisika, etika kebajikan, politik, Lyceum 3. Helenistik dan Romawi (322 SM-±500 M) Filsafat sebagai seni hidup di tengah ketidakpastian politik. - Stoisisme : Zeno, Epiktetos, Seneca, Marcus Aurelius - Epikureanisme : Epikuros, kebahagiaan lewat ketenangan batin - Skeptisisme : Pyrrho, Sextus Empiricus - Neoplatonisme : Plotinus  4. Abad Pertengahan (±500-1500) Filsafat berdialog denga...

Toha Nasruddin (Abu Al-Ghifari) adalah writerpreneur asal Bandung : Penulis yang Lahir dari Lumpur

Gambar
Toha Nasruddin (Abu Al-Ghifari) adalah writerpreneur asal Bandung  :              Penulis yang Lahir dari Lumpur                                                                                            Profile Sukses Toha Nasruddin (nama pena: Abu Al-Ghifari) adalah writerpreneur asal Bandung, pendiri CV. Mujahid Press dan Mujahid Group. Ia membuktikan bahwa menulis bisa menjadi profesi yang sangat menguntungkan sekaligus sarana dakwah yang berdampak luas. 👤 Latar Belakang: Penulis yang Lahir dari Lumpur Toha lahir dari keluarga sangat sederhana. Ayahnya seorang petani, ibunya pedagang kecil. Ia tumbuh besar dengan lumpur dan debu sawah sebagai teman sejati, dari SD hingga kuliah. Cita-cita awalnya adalah m...