Relevansi Pemikiran Rocky Gerung terhadap Gagasan “Merdeka Persemakmuran Nusantara Sundaland” — Sebuah Refleksi Kritis atas Demokrasi, HAM, Feminisme, dan Pancasila dalam Konteks Geopolitik Baru
Relevansi Pemikiran Rocky Gerung terhadap Gagasan “Merdeka Persemakmuran Nusantara Sundaland” — Sebuah Refleksi Kritis atas Demokrasi, HAM, Feminisme, dan Pancasila dalam Konteks Geopolitik Baru Pendahuluan: Menggugat Narasi Nasionalisme Tradisional melalui Lensa Filsafat Publik Gagasan “Merdeka Persemakmuran Nusantara Sundaland” — meskipun belum menjadi wacana resmi atau akademis yang mapan — dapat dipahami sebagai sebuah proyeksi imajinatif politik yang mencoba merombak ulang konsep kedaulatan, identitas, dan tata kelola wilayah di Asia Tenggara, khususnya di kawasan yang secara geologis dikenal sebagai Sundaland (termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, dan sebagian Filipina). Istilah ini menyiratkan keinginan untuk membentuk entitas politik baru yang tidak lagi terikat pada batas-batas kolonial, tetapi justru berbasis pada kesamaan ekologis, budaya, dan sejarah pra-kolonial. Dalam konteks inilah pemikiran Rocky Gerung — filsuf publik yang tajam, provokatif, dan ...