Postingan

SEJARAH TEONOMI EKONOMI: RELASI TEOLOGI DAN EKONOMI DALAM LINTASAN PERADABAN

KAJIAN AKADEMIK SEJARAH TEONOMI EKONOMI: RELASI TEOLOGI DAN EKONOMI DALAM LINTASAN PERADABAN Asep Rohmandar Masyarakat Peneliti Mandiri Kasundaan Nusantara   Abstrak Artikel ini mengkaji secara komprehensif sejarah perkembangan gagasan teonomi ekonomi (theonomic economics), yaitu paradigma yang menempatkan hukum dan otoritas ilahi sebagai fondasi normatif bagi tatanan ekonomi manusia. Kajian dimulai dari akar tradisi Yahudi-Kristen kuno tentang hukum Taurat dan institusi Yobel, berlanjut ke skolastisisme abad pertengahan yang dipelopori Thomas Aquinas dengan doktrin harga adil dan larangan riba, kemudian Reformasi Protestan yang melahirkan etos kerja baru sebagaimana dianalisis Max Weber, ajaran sosial Katolik pascaindustrialisasi yang diawali Rerum Novarum, hingga kebangkitan gerakan teonomi modern di Amerika Serikat pada dekade 1960–1990-an melalui tokoh-tokoh seperti Rousas John Rushdoony, Greg Bahnsen, dan Gary North yang secara eksplisit merumuskan "ekonomi Kristen" (Chr...

Theonomi dalam Gurindam 12: Jejak Hukum Ilahi dalam Sastra Moral Melayu-Islam

Theonomi dalam Gurindam 12: Jejak Hukum Ilahi dalam Sastra Moral Melayu-Islam Oleh Asep Rohmandar                                                                                               Pendahuluan Gurindam Dua Belas, karya agung sastra Melayu klasik yang ditulis oleh Raja Ali Haji pada tahun 1846–1847 di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, bukan sekadar kumpulan puisi nasihat biasa. Karya ini merupakan manifestasi dari upaya intelektual dan spiritual untuk menjaga eksistensi nilai-nilai Islam di tengah arus pengaruh kolonial dan konflik internal Kesultanan Lingga-Riau. Dalam konteks filsafat hukum dan teologi, Gurindam 12 dapat dianalisis melalui lensa theonomi, yaitu pandangan bahwa hukum dan moralitas bersumber langsung dari kehendak Tuhan (Alla...

Melacak Theonomi dalam Pupuh Sunda: Sebuah Kajian Komprehensif

Melacak Theonomi dalam Pupuh Sunda: Sebuah Kajian Komprehensif Ku Kang Asep Rohmandar                                                                                              Abstrak Artikel ini berupaya melacak dan menganalisis jejak theonomi—pandangan bahwa hukum-hukum Allah menjadi fondasi utama bagi kehidupan individu dan masyarakat—dalam khazanah pupuh Sunda. Sebagai bentuk puisi tradisional yang terikat oleh aturan ketat (guru wilangan, guru lagu, dan watek), pupuh Sunda tidak hanya berfungsi sebagai media ekspresi estetis, tetapi juga telah lama menjadi wadah penyampaian ajaran agama, moral, dan hukum ilahi. Melalui penelusuran terhadap berbagai naskah wawacan dan guguritan, artikel ini menunjukkan bahwa theonomi terinternalisasi secara mendalam...

Theonomi dalam Naskah Lontara Sulawesi: Integrasi Hukum Adat dan Syariat Islam sebagai Landasan Kehidupan

Theonomi dalam Naskah Lontara Sulawesi: Integrasi Hukum Adat dan Syariat Islam sebagai Landasan Kehidupan Pendahuluan Masyarakat Bugis-Makassar di Sulawesi Selatan memiliki warisan intelektual yang kaya berupa naskah-naskah kuno yang dikenal sebagai Lontara (atau Ligaligo dalam beberapa dialek lokal). Naskah-naskah ini bukan sekadar catatan sejarah atau silsilah bangsawan, melainkan berfungsi sebagai konstitusi tidak tertulis yang mengatur tata kehidupan sosial, politik, dan spiritual. Salah satu aspek paling menarik dari Lontara adalah adanya indikasi kuat terhadap konsep theonomi—suatu sistem di mana hukum bersumber dari kehendak Tuhan atau nilai-nilai ketuhanan yang diintegrasikan ke dalam aturan adat (Pangngadereng). Esai ini akan membahas bagaimana naskah Lontara, khususnya Lontara Latoa dan Lontara Sukkuna Wajo, merefleksikan bukti theonomi melalui harmonisasi antara adat lokal dan syariat Islam. Konsep Pangngadereng dan Dimensi Theonomis Dalam kosmologi Bugis-Makassar, kehidupan...

TRIANGULASI TEO-ETIS

ESAI KONSEPTUAL TRIANGULASI TEO-ETIS :  Kerangka Analisis Delapan Dimensi untuk Penelitian Deskriptif, Evaluatif, dan Preskriptif Berbasis Prinsip Teonomi Masyarakat Peneliti Mandiri Kasundaan Nusantara (MPMKN) Naskah Kerja — Agustus 2026 Abstrak Esai ini mengelaborasi Triangulasi Teo-Etis, sebuah kerangka analisis delapan dimensi — Text, Reason, Institution, Action, Nature, Global, Utilitas, dan Legacy (T-R-I-A-N-G-U-L) — yang dirancang untuk membawa penelitian kebijakan dan sosial-keagamaan melampaui modus deskriptif menuju modus evaluatif dan preskriptif. Berbeda dari triangulasi metodologis konvensional yang membatasi diri pada tiga sumber data untuk tujuan validitas, kerangka ini memperluas cakupan verifikasi kepada delapan aras pemeriksaan yang saling mengoreksi: otoritas tekstual, keabsahan rasional, tata kelola kelembagaan, realitas praktik, tanggung jawab ekologis, relevansi global, kemanfaatan sosial, dan keberlanjutan antargenerasi. Esai berargumen bahwa validitas kompre...