Cahaya dari Pasundan: Peran dan Pemikiran Tokoh Pendidikan di Tatar Sunda
Cahaya dari Pasundan: Peran dan Pemikiran Tokoh Pendidikan di Tatar Sunda Pendahuluan Tatar Sunda, atau wilayah Jawa Barat dan Banten, memiliki sejarah panjang dalam pergerakan pendidikan nasional Indonesia. Jauh sebelum kemerdekaan, para intelektual Sunda telah menyadari bahwa keterbelakangan masyarakat pribumi, khususnya perempuan, berakar pada ketiadaan akses terhadap pengetahuan. Berbeda dengan gerakan pendidikan di Jawa Tengah yang sangat kental dengan nuansa kejawen dan nasionalisme politik (seperti Taman Siswa), gerakan pendidikan di Tatar Sunda sering kali memadukan nilai-nilai keislaman, kearifan lokal (silih asah, silih asih, silih asuh), dan emansipasi perempuan. Artikel ini mengulas peran strategis tokoh-tokoh seperti Raden Dewi Sartika, Raden Ayu Lasminingrat, dan KH. Sholeh Iskandar dalam membentuk wajah pendidikan Indonesia. 1. Raden Dewi Sartika: Emansipasi Melalui Sekolah Keutamaan Istri Raden Dewi Sartika (1884–1947) adalah ikon pendidikan perempuan di Jawa Barat. Lah...