Postingan

Studi Perbandingan Tanaman dan Buah Lain terhadap Buah Bakau (Mangrove)

Studi Perbandingan Tanaman dan Buah Lain terhadap Buah Bakau (Mangrove) Menilai Kesetaraan atau Keunggulan Kandungan Bioaktif dan Potensi Nefroprotektif Asep Rohmandar Masyarakat Peneliti Mandiri Kasundaan Nusantara Abstrak Buah bakau (mangrove), terutama dari genus Sonneratia dan Bruguiera, dikenal luas di masyarakat pesisir Indonesia sebagai sumber pangan lokal kaya antioksidan, dengan kandungan flavonoid dan fenolik yang telah dibuktikan pada beberapa uji laboratorium. Namun demikian, pertanyaan yang relevan untuk pengembangan bahan baku obat adalah: apakah buah bakau benar-benar unggul dibandingkan tanaman dan buah lain yang telah lebih dahulu dan lebih ekstensif diteliti untuk tujuan serupa, khususnya perlindungan fungsi ginjal? Esai ini membandingkan profil bukti ilmiah buah bakau dengan empat kandidat pembanding utama — daun kelor (Moringa oleifera), buah delima (Punica granatum), manggis (Garcinia mangostana) melalui senyawa alfa-mangostin, dan jambu biji (Psidium guajava) — di...

SEJARAH TEONOMI EKONOMI: RELASI TEOLOGI DAN EKONOMI DALAM LINTASAN PERADABAN

KAJIAN AKADEMIK SEJARAH TEONOMI EKONOMI: RELASI TEOLOGI DAN EKONOMI DALAM LINTASAN PERADABAN Asep Rohmandar Masyarakat Peneliti Mandiri Kasundaan Nusantara   Abstrak Artikel ini mengkaji secara komprehensif sejarah perkembangan gagasan teonomi ekonomi (theonomic economics), yaitu paradigma yang menempatkan hukum dan otoritas ilahi sebagai fondasi normatif bagi tatanan ekonomi manusia. Kajian dimulai dari akar tradisi Yahudi-Kristen kuno tentang hukum Taurat dan institusi Yobel, berlanjut ke skolastisisme abad pertengahan yang dipelopori Thomas Aquinas dengan doktrin harga adil dan larangan riba, kemudian Reformasi Protestan yang melahirkan etos kerja baru sebagaimana dianalisis Max Weber, ajaran sosial Katolik pascaindustrialisasi yang diawali Rerum Novarum, hingga kebangkitan gerakan teonomi modern di Amerika Serikat pada dekade 1960–1990-an melalui tokoh-tokoh seperti Rousas John Rushdoony, Greg Bahnsen, dan Gary North yang secara eksplisit merumuskan "ekonomi Kristen" (Chr...

Theonomi dalam Gurindam 12: Jejak Hukum Ilahi dalam Sastra Moral Melayu-Islam

Theonomi dalam Gurindam 12: Jejak Hukum Ilahi dalam Sastra Moral Melayu-Islam Oleh Asep Rohmandar                                                                                               Pendahuluan Gurindam Dua Belas, karya agung sastra Melayu klasik yang ditulis oleh Raja Ali Haji pada tahun 1846–1847 di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, bukan sekadar kumpulan puisi nasihat biasa. Karya ini merupakan manifestasi dari upaya intelektual dan spiritual untuk menjaga eksistensi nilai-nilai Islam di tengah arus pengaruh kolonial dan konflik internal Kesultanan Lingga-Riau. Dalam konteks filsafat hukum dan teologi, Gurindam 12 dapat dianalisis melalui lensa theonomi, yaitu pandangan bahwa hukum dan moralitas bersumber langsung dari kehendak Tuhan (Alla...

Melacak Theonomi dalam Pupuh Sunda: Sebuah Kajian Komprehensif

Melacak Theonomi dalam Pupuh Sunda: Sebuah Kajian Komprehensif Ku Kang Asep Rohmandar                                                                                              Abstrak Artikel ini berupaya melacak dan menganalisis jejak theonomi—pandangan bahwa hukum-hukum Allah menjadi fondasi utama bagi kehidupan individu dan masyarakat—dalam khazanah pupuh Sunda. Sebagai bentuk puisi tradisional yang terikat oleh aturan ketat (guru wilangan, guru lagu, dan watek), pupuh Sunda tidak hanya berfungsi sebagai media ekspresi estetis, tetapi juga telah lama menjadi wadah penyampaian ajaran agama, moral, dan hukum ilahi. Melalui penelusuran terhadap berbagai naskah wawacan dan guguritan, artikel ini menunjukkan bahwa theonomi terinternalisasi secara mendalam...