Postingan

Cendekiawan Sunda dan Arus Pemikirannya: Dari Pegon Sufistik hingga Kritik Ekologis Kontemporer

Cendekiawan Sunda dan Arus Pemikirannya: Dari Pegon Sufistik hingga Kritik Ekologis Kontemporer Ada anggapan lama bahwa khazanah intelektual Sunda lebih miskin dibandingkan Jawa atau Sumatera. Anggapan itu tidak berdasar. Jejak pemikiran cendekiawan Sunda justru menunjukkan dinamika yang kaya: dari tasawuf yang ditulis dalam aksara Pegon, kritik sosial di masa kolonial, hingga refleksi ekologis di era krisis iklim. Arus pemikirannya tidak pernah tunggal; ia bergerak dialektis antara kesetiaan pada kearifan lokal dan keterbukaan terhadap gagasan global. Akar Sufistik dan Tradisi Pegon Pada lapisan paling awal, cendekiawan Sunda menancapkan identitas intelektualnya melalui tradisi tulis Pegon. Syekh Abdul Muhyi dari Pamijahan, Tasikmalaya, misalnya, menulis Martabat Alam Tujuh dalam bahasa Sunda Pegon untuk menjelaskan ajaran sufi yang dipengaruhi konsep wahdat al-wujud Ibnu Arabi. Ini bukan sekadar translasi doktrin asing, melainkan upaya menerjemahkan metafisika Islam yang rumit ke dal...

Ketika Model Ekonomi Akhirnya Bertemu Manusia: HANK, Kaplan, dan Panggilan Teonomi Ekonomi

Gambar
Ketika Model Ekonomi Akhirnya Bertemu Manusia: HANK, Kaplan, dan Panggilan Teonomi Ekonomi Selama puluhan tahun, banyak kebijakan ekonomi dirancang di atas satu tokoh imajiner: "agen rata-rata". Ia rasional, berumur panjang, mampu menabung dan meminjam dengan mulus, dan menyesuaikan belanjanya dengan tenang mengikuti masa depan. Masalahnya, orang itu tidak ada di pasar, di warung, atau di antrean gaji bulanan. Itulah kegelisahan yang diangkat Greg Kaplan, ekonom University of Chicago, dalam bukunya Macro: The Economic Models That Shape Our World. Menurut deskripsi bukunya, model-model yang mendasari banyak kebijakan konvensional tidak selaras dengan cara orang sungguhan membelanjakan dan menabung. Ini terutama terasa bagi jutaan orang yang hidup dari gaji ke gaji. Gita Gopinath menyebut buku ini penjembatan antara riset mutakhir dan debat kebijakan dunia nyata. HANK: ekonomi dengan wajah yang beragam Puncak perjalanan buku ini adalah model HANK (Heterogeneous Agen...

Nobel 2026: Ilmu yang Tumbuh dari Keheranan, Kerja Bersama, dan Kerendahan Hati

Nobel 2026: Ilmu yang Tumbuh dari Keheranan, Kerja Bersama, dan Kerendahan Hati Opini ilmiah populer Oleh Asep Rohmandar Setiap Oktober, dunia menatap Stockholm dan Oslo seolah menunggu lahirnya pahlawan baru. Namun jika kita menyimak apa yang diucapkan para laureat Nobel 2026 beberapa jam setelah kabar itu datang, yang tampak bukan sosok pahlawan tunggal. Kita justru mendengar orang-orang yang terkejut, tertawa, menyebut kolega, dan mengaku heran pada dirinya sendiri. Dari kutipan-kutipan pendek itu, saya menarik tiga pelajaran yang relevan bagi siapa pun yang peduli pada kemajuan ilmu, termasuk di Indonesia. 1. Pertanyaan kecil yang tak kunjung dilepaskan Hadiah Nobel Kedokteran 2026 jatuh kepada Karl Deisseroth, Peter Hegemann, dan Georg Nagel untuk optogenetika, teknik yang memungkinkan sel saraf dinyalakan dan dimatikan dengan cahaya. Menurut liputan STAT News, ceritanya berawal dari rasa ingin tahu yang sederhana: bagaimana ganggang bersel tunggal Chlamydomonas bisa berenang men...

Sejarah Filsafat: dari Mitos hingga Pasca-Kebenaran

Gambar
Sejarah Filsafat: dari Mitos hingga Pasca-Kebenaran  1. Pra-Sokratik (±600-450 SM) Peralihan dari mythos ke logos, dengan pertanyaan pokok: apa arkhe (asas) alam semesta? - Thales: air sebagai asas segala sesuatu, sering disebut filsuf pertama - Anaximand : yang ada itu tetap, perubahan hanyalah ilusi - Empedokles dan Demokritos: empat unsur dan atomisme 2. Klasik Yunani (±450-322 SM) Fokus bergeser dari alam ke manusia, etika, dan pengetahuan. - Sokrates: metode dialektika, "hidup yang tak teruji tak layak dijalani" - Plato : dunia Ide, Akademia, Republik - Aristoteles : logika, metafisika, etika kebajikan, politik, Lyceum 3. Helenistik dan Romawi (322 SM-±500 M) Filsafat sebagai seni hidup di tengah ketidakpastian politik. - Stoisisme : Zeno, Epiktetos, Seneca, Marcus Aurelius - Epikureanisme : Epikuros, kebahagiaan lewat ketenangan batin - Skeptisisme : Pyrrho, Sextus Empiricus - Neoplatonisme : Plotinus  4. Abad Pertengahan (±500-1500) Filsafat berdialog denga...

Toha Nasruddin (Abu Al-Ghifari) adalah writerpreneur asal Bandung : Penulis yang Lahir dari Lumpur

Gambar
Toha Nasruddin (Abu Al-Ghifari) adalah writerpreneur asal Bandung  :              Penulis yang Lahir dari Lumpur                                                                                            Profile Sukses Toha Nasruddin (nama pena: Abu Al-Ghifari) adalah writerpreneur asal Bandung, pendiri CV. Mujahid Press dan Mujahid Group. Ia membuktikan bahwa menulis bisa menjadi profesi yang sangat menguntungkan sekaligus sarana dakwah yang berdampak luas. 👤 Latar Belakang: Penulis yang Lahir dari Lumpur Toha lahir dari keluarga sangat sederhana. Ayahnya seorang petani, ibunya pedagang kecil. Ia tumbuh besar dengan lumpur dan debu sawah sebagai teman sejati, dari SD hingga kuliah. Cita-cita awalnya adalah m...

Pengembangan Biokomputer Ramah Lingkungan: Menuju Komputasi Berkelanjutan Berbasis Biologi

Pengembangan Biokomputer Ramah Lingkungan: Menuju Komputasi Berkelanjutan Berbasis Biologi I. Pendahuluan Krisis energi dan jejak karbon industri komputasi digital telah menjadi salah satu tantangan lingkungan paling mendesak di abad ke-21. Pusat data global diproyeksikan mengonsumsi sekitar 20% listrik dunia dan menyumbang hingga 5% emisi karbon global pada tahun 2025 (AI-Centric Management of Resources, 2025). Kondisi ini semakin diperparah oleh pertumbuhan eksponensial kebutuhan komputasi untuk melatih model kecerdasan buatan berskala besar, yang kebutuhan komputasinya meningkat 300.000 kali lipat antara tahun 2012 dan 2018 (Metrics and Evaluations for Sustainable AI, 2025). Di tengah situasi ini, biokomputer—sistem komputasi yang memanfaatkan materi biologis hidup seperti sel otak, DNA, dan mikroorganisme—muncul sebagai alternatif yang menjanjikan efisiensi energi luar biasa sekaligus keberlanjutan lingkungan. Biokomputer ramah lingkungan bukan sekadar wacana futuristik, melainkan ...

DESAIN USULAN MUATAN KURIKULUM JURUSAN BAHASA DAN SASTRA DI PERGURUAN TINGGI

  DESAIN USULAN MUATAN KURIKULUM JURUSAN BAHASA DAN SASTRA ASING DI PERGURUAN TINGGI Menyatukan Rumpun Ilmu Bahasa Berbasis Enam Bahasa Resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa Asep Rohmandar — Masyarakat Peneliti Mandiri Kasundaan Nusantara (MPMKN) Abstrak Struktur program studi bahasa dan sastra asing di perguruan tinggi Indonesia umumnya masih dirancang secara terpisah per bahasa — Sastra Inggris, Sastra Arab, Sastra Prancis, Sastra Mandarin, Sastra Rusia, dan Sastra Spanyol berdiri sebagai program studi mandiri dengan kurikulum, dosen tetap, dan sumber daya laboratorium bahasa yang tidak saling terhubung. Model fragmentatif ini menimbulkan inefisiensi kelembagaan, terutama pada perguruan tinggi kelas menengah yang harus menanggung biaya operasional enam program studi sekaligus dengan jumlah mahasiswa yang relatif kecil per program. Artikel ini mengusulkan desain muatan kurikulum yang menyatukan keenam bahasa tersebut ke dalam satu rumpun keilmuan — Rumpun Bahasa dan Sastra Multilateral...