Webinar Post SDGs 2030 Tingkat Tinggi SDSN — Sesi Ketiga

LAPORAN KOMPREHENSIF

The Post-2030 Agenda

Webinar Tingkat Tinggi SDSN — Sesi Ketiga

Rabu, 1 April 2026  |  09.00–10.30 EDT  ·  13.00–14.30 UTC

Penyelenggara

UN Sustainable Development Solutions Network (SDSN)

Format

Webinar Zoom — disiarkan secara langsung (LIVE)

Seri

Global Governance for Peace and the SDGs — Sesi ke-3 dari 4

Moderator

Dr. Guillaume Lafortune, Wakil Presiden & Kepala Kantor Paris, SDSN

Platform

Zoom Webinar (direkam / REC)

Bahasa

Inggris



Ringkasan Eksekutif

Pada tanggal 1 April 2026, UN Sustainable Development Solutions Network (SDSN) menyelenggarakan webinar bertajuk "The Post-2030 Agenda" sebagai bagian dari seri empat sesi "Global Governance for Peace and the SDGs". Diskusi tingkat tinggi ini mempertemukan para pakar, diplomat, dan ekonom terkemuka untuk menjajaki masa depan pembangunan berkelanjutan pasca-2030 — termasuk penyusunan tujuan dan tonggak capaian menuju pertengahan abad ke-21.

Webinar berlangsung di tengah momentum kritis: kurang dari lima tahun tersisa menuju tenggat 2030, sementara kemajuan global terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) mengalami stagnasi, bahkan kemunduran pada beberapa indikator. Tekanan geopolitik, menurunnya kepercayaan terhadap multilateralisme, serta tantangan pembiayaan menjadi benang merah diskusi.


Latar Belakang & Konteks

Tentang SDSN

Sustainable Development Solutions Network (SDSN) didirikan pada tahun 2012 oleh Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon untuk memobilisasi keahlian ilmiah dan teknologi global demi mendorong solusi praktis bagi pembangunan berkelanjutan. Didirikan oleh Prof. Jeffrey D. Sachs dari Columbia University, SDSN berkomitmen mendukung implementasi SDGs di tingkat nasional dan internasional.

SDSN mempublikasikan Laporan Pembangunan Berkelanjutan tahunan yang mencakup SDG Index dan Dashboards — penilaian paling komprehensif atas kinerja 193 negara anggota PBB terhadap 17 SDGs. Melalui SDG Transformation Center, SDSN mengembangkan kerangka investasi, kebijakan, dan pemantauan jangka panjang.


Seri Webinar: Global Governance for Peace and the SDGs

Webinar ini merupakan sesi ketiga dalam seri empat bagian yang diselenggarakan sepanjang musim semi 2026. Seri ini mengkaji isu-isu kritis yang membentuk masa depan global, meliputi:

  • Sesi 1 (Februari): Geopolitik perang dan perdamaian

  • Sesi 2 (10 Maret): Akselerasi implementasi SDGs

  • Sesi 3 (1 April): Agenda Pasca-2030 ← Laporan ini

  • Sesi 4 (mendatang): Reformasi sistem PBB


Konteks Global yang Mendesak

Webinar diselenggarakan di tengah tantangan global yang kompleks. Berdasarkan data terkini SDSN, hanya 16 persen dari seluruh target SDGs yang diperkirakan berada di jalur yang tepat. Tidak ada satu pun SDG yang berada di jalur pencapaian secara global. Tantangan terbesar mencakup SDG 2 (Zero Hunger), SDG 11 (Kota Berkelanjutan), SDG 14 (Kehidupan Bawah Laut), SDG 15 (Kehidupan Darat), dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Institusi Kuat).


Profil Pembicara

Nama

Peran

Institusi

Guillaume Lafortune

Moderator

VP & Kepala Kantor Paris, UN SDSN

Prof. Jeffrey Sachs

Pembicara Utama

Columbia University & Presiden SDSN

Ambassador David Donoghue

Pembicara

Mantan Duta Besar Irlandia untuk PBB

Dr. Vera Songwe

Pembicara

Ekonom Senior, Afrika

Mehdi Paryavii

Pembicara

Pakar Tata Kelola Global

Dr. Yoichi Mine

Pembicara

Direktur Eksekutif, JICA Ogata Research Institute

Romina Boarini

Pembicara

Pakar Kesejahteraan & Data Pembangunan


Catatan Biografi Singkat

Guillaume Lafortune — Moderator

Dr. Guillaume Lafortune adalah Wakil Presiden dan Kepala Kantor Paris di SDSN. Bersama Prof. Jeffrey Sachs, ia mendirikan SDG Transformation Center pada 2023. Sejak 2017, ia mengkoordinasi penyusunan seri Sustainable Development Report. Sebelumnya, ia pernah menjadi ekonom di OECD Paris dan Kementerian Pembangunan Ekonomi Pemerintah Quebec, Kanada.

Prof. Jeffrey D. Sachs — Pembicara Utama

Prof. Sachs adalah Profesor Universitas di Columbia University dan Direktur Center for Sustainable Development — jabatan akademis tertinggi di universitas tersebut. Ia adalah Presiden SDSN dan diakui secara luas atas strategi yang berani dan efektif dalam menghadapi tantangan global, termasuk pengentasan kemiskinan ekstrem, penanggulangan perubahan iklim, dan reformasi ekonomi.

Dr. Yoichi Mine — Human Security Dashboard

Dr. Mine adalah Direktur Eksekutif JICA Ogata Sadako Research Institute for Peace and Development (JICA Ogata Research Institute) dan Profesor Luar Biasa di Stellenbosch University, Afrika Selatan. Keahliannya mencakup Studi Keamanan Manusia, Ekonomi Pembangunan, dan Studi Kawasan Afrika. Ia adalah penulis dan editor berbagai buku terkemuka tentang keamanan manusia.


Pembahasan Utama Webinar

1. Kerangka Agenda Pasca-2030

Inti dari webinar adalah diskusi tentang bagaimana komunitas internasional harus merancang kerangka pembangunan global setelah berakhirnya periode SDGs pada 2030. Para pembicara sepakat bahwa dunia memerlukan kerangka tujuan yang berlanjut, dengan fokus pada pencapaian mid-century (pertengahan abad ke-21) dan tidak hanya berhenti pada 2030.

"a high-level discussion exploring the future of sustainable development after 2030, including the establishment of goals and milestones toward mid-century"
— Jeffrey Sachs, undangan resmi webinar (LinkedIn, 1 April 2026)

Prof. Sachs menegaskan bahwa kerangka SDGs sebaiknya dipertahankan agar tidak mengacaukan pemerintah dengan pendekatan baru. Namun fokusnya perlu dialihkan ke means of implementation (cara implementasi), yaitu pembiayaan, organisasi, teknologi, dan kerja sama global.


2. Human Security Dashboard — Presentasi Dr. Yoichi Mine

Salah satu presentasi paling substantif dalam webinar ini datang dari Dr. Yoichi Mine, yang memaparkan Human Security Dashboard — sebuah sistem pengukuran komprehensif dengan sekitar 70 indikator yang dikembangkan oleh JICA Ogata Research Institute. Dashboard ini mengorganisasi indikator ke dalam empat kategori utama:

Kategori

Sub-Kategori Indikator

Survival (Kelangsungan Hidup)

Disasters · Conflicts and Violence · Health · Population

Livelihood (Penghidupan)

Education · Poverty and Inequality · Jobs · Infrastructure and DX

Dignity (Martabat)

Vulnerable People · Dignity and Solidarity · Public Space

Environment (Lingkungan)

Nature · Environmental Quality · Climate Change


Dashboard ini dirancang berdasarkan prinsip inti SDGs "Leave No One Behind" — untuk mengidentifikasi secara visual siapa, di mana, dan bagaimana seseorang sering tertinggal. Dr. Mine menegaskan bahwa pendekatan Human Security melengkapi SDGs dengan mengintegrasikan dimensi keamanan manusia yang lebih komprehensif.

"Mine first introduced the history of the concept of human security and its current status. He then explained that the JICA Ogata Research Institute is working on the establishment of dashboard indicators to measure the status of human security around the world."
— JICA Ogata Research Institute, laporan kegiatan (2025)


3. Kepercayaan, Tata Kelola, dan Peran OECD

Moderator Guillaume Lafortune mengangkat isu kepercayaan publik terhadap pemerintah dalam konteks agenda pasca-2030 — merujuk pada karya OECD dalam mengukur trust in government (kepercayaan terhadap pemerintah). Pertanyaan yang diajukan Lafortune kepada para pembicara mengundang diskusi lebih luas tentang aspek-aspek tata kelola yang paling kritis untuk agenda ke depan.

Kontribusi Lafortune dalam webinar ini sejalan dengan posisinya yang konsisten: bahwa krisis keberlanjutan global pada dasarnya adalah krisis tata kelola, bukan krisis tujuan. Perancah SDGs tetap relevan; yang perlu diperkuat adalah mekanisme implementasi dan akuntabilitas.


4. Tantangan Pembiayaan SDGs

Prof. Sachs secara eksplisit menyoroti kesenjangan pembiayaan yang terus menghantui implementasi SDGs. Ia menekankan perlunya solusi pembiayaan yang konkret — bukan hanya mengakui adanya kesenjangan, melainkan mengidentifikasi mekanisme praktis untuk menjembataninya.

"The next round should be on the practical solutions... not only to say there are gaps (it's obvious that there are financing gaps)"
— Jeffrey Sachs, UN SDG:Learn Podcast

Dengan reformasi arsitektur keuangan global yang tepat, negara-negara berpenghasilan rendah berpotensi meningkatkan tingkat investasi domestik sekitar 20 persen dari PDB, sementara negara berpenghasilan menengah-bawah dapat meningkatkan sekitar 10 persen dari PDB.


5. Geopolitik dan Tantangan Multilateralisme

Diskusi juga menyentuh dimensi geopolitik yang semakin mempengaruhi agenda pembangunan global. Para pembicara mengakui bahwa rivalitas geopolitik sedang mengubah aliansi, konflik menegangkan sistem internasional, dan PBB sendiri menghadapi tuntutan reformasi.

Posisi Amerika Serikat menjadi perhatian khusus: pemerintah federal AS pada 2025 secara eksplisit menentang SDGs dan multilateralisme berbasis PBB — sebuah sikap yang dinilai para pembicara sebagai kontraproduktif dan tidak mencerminkan pandangan rakyat Amerika.

"My own [country], the United States, rejects it, but the US will return to the fold because its current self-isolation is very self-defeating. It does not reflect the views of the American people."
— Jeffrey Sachs, UN SDG:Learn Podcast


Temuan & Rekomendasi Kunci

Temuan Utama

  • Hanya 16% target SDGs global yang berada di jalur yang tepat menjelang 2030.

  • Tidak ada satu SDG pun yang seluruhnya on-track di tingkat global.

  • Kepercayaan terhadap multilateralisme melemah di tengah meningkatnya rivalitas geopolitik.

  • Kesenjangan pembiayaan pembangunan masih menjadi hambatan struktural utama.

  • Negara BRICS menunjukkan kemajuan signifikan dalam SDG Index, melampaui rata-rata dunia.

  • Pendekatan Human Security dengan ~70 indikator menawarkan kerangka yang lebih komprehensif untuk agenda pasca-2030.


Rekomendasi Strategis

  • Pertahankan kerangka tujuan SDGs yang ada untuk menghindari fragmentasi komitmen pemerintah.

  • Fokuskan negosiasi pasca-2030 pada means of implementation: pembiayaan, teknologi, tata kelola, dan kerja sama sains.

  • Perkuat arsitektur keuangan global agar investasi dapat mengalir ke negara berkembang secara efektif.

  • Integrasikan dimensi keamanan manusia — survival, livelihood, dignity, environment — ke dalam kerangka tujuan baru.

  • Bangun aliansi multipolar baru untuk memastikan momentum SDGs tidak tergantung pada satu kekuatan negara maju.


Catatan Teknis Pelaksanaan Webinar

Berdasarkan tangkapan layar yang terdokumentasi, webinar ini menghadapi sejumlah kendala teknis minor pada fase awal. Pada pukul 19.31 WIB (1 April 2026), terdapat notifikasi bahwa host memiliki rapat lain yang sedang berlangsung — menunda akses masuk peserta. Namun webinar berhasil diakses dan berjalan pada pukul 21.10 WIB.

19.31 WIB

Percobaan akses pertama — notifikasi 'host memiliki rapat lain yang sedang berlangsung'

21.10 WIB

Webinar berhasil diakses; Dr. Yoichi Mine mempresentasikan Human Security Dashboard

21.14 WIB

Guillaume Lafortune membahas isu kepercayaan dan OECD — sesi diskusi berlangsung aktif

Peserta

Lebih dari 99 pesan di chat; minimal 2 pertanyaan Q&A aktif; 344 likes di LinkedIn


Kesimpulan

Webinar "The Post-2030 Agenda" yang diselenggarakan SDSN pada 1 April 2026 merepresentasikan salah satu platform paling penting dalam mendefinisikan arah pembangunan global pasca-SDGs. Dengan menghadirkan para pemimpin intelektual dan kebijakan dari berbagai latar belakang, diskusi ini menghasilkan pemahaman bersama bahwa transisi menuju agenda pasca-2030 harus dibangun di atas fondasi SDGs yang ada, sambil memperkuat secara radikal mekanisme pembiayaan dan tata kelola global.

Kontribusi Dr. Yoichi Mine tentang Human Security Dashboard membuka perspektif baru yang melengkapi pendekatan SDGs dengan kerangka pengukuran yang lebih holistik — menjangkau dimensi kelangsungan hidup, penghidupan, martabat, dan lingkungan secara terintegrasi. Sementara Guillaume Lafortune dan Prof. Jeffrey Sachs secara konsisten menekankan bahwa krisis global saat ini adalah krisis tata kelola dan implementasi, bukan krisis visi.

"The SDGs remain our most powerful framework for securing a future that is just, peaceful, and sustainable."
— Guillaume Lafortune, SDSN Europe SDR 2026


Referensi

1. Jeffrey Sachs (LinkedIn), undangan resmi webinar "The Post-2030 Agenda", 1 April 2026.

2. SDSN (unsdsn.org), "SDG Transformation Center", diakses April 2026.

3. EESC & SDSN, "Europe Sustainable Development Report 2026", 26 Februari 2026.

4. Guillaume Lafortune, wawancara Modern Diplomacy, "A Crisis of Governance, Not Goals", Maret 2026.

5. Jeffrey Sachs, UN SDG:Learn Podcast, "SDGs and Beyond: Rethinking Multilateralism for the Post-2030 Era".

6. JICA Ogata Research Institute, laporan kegiatan JICA Chair Lecture, Stellenbosch University, Mei 2025.

7. JICA Ogata Research Institute, publikasi "SDGs and Japan: Human Security Indicators for Leaving No One Behind".

8. UN Academic Impact (un.org), profil SDSN, diakses April 2026.

9. Focus 2030, wawancara Jeffrey Sachs tentang arsitektur keuangan global dan SDGs, 2023.


Laporan ini disusun berdasarkan dokumentasi langsung dan sumber publik terverifikasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Profil Asep Rohmandar : Presiden Masyarakat Peneliti Mandiri Sunda Nusantara

Article : Humanizing Education in Sundaland: Integrating Religious Values and Global Citizenship for a Better Future

Visi dan Misi Asep Rohmandar sebagai penulis dan peneliti