Menyoal Bursa Sekretaris Jenderal PBB Baru: Antara Reformasi Kelembagaan dan Tuntutan Keadilan Global South
ANALISIS KEBIJAKAN GLOBAL Menyoal Bursa Sekretaris Jenderal PBB Baru: Antara Reformasi Kelembagaan dan Tuntutan Keadilan Global South Oleh: Asep Rohmandar Masyarakat Peneliti Mandiri Kasundaan Nusantara — Agustus 2026 Menjelang berakhirnya masa jabatan António Guterres pada 31 Desember 2026, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tengah menjalani salah satu proses pergantian kepemimpinan paling disorot dalam beberapa dekade terakhir. Bursa calon Sekretaris Jenderal (Sekjen) yang kini diikuti tujuh kandidat berlangsung di tengah krisis ganda: krisis finansial yang menggerus kapasitas operasional organisasi, dan krisis kepercayaan yang bersumber dari ketidakmampuan sistem multilateral menjawab tuntutan keadilan global, terutama dari negara-negara Global South. Tulisan ini menelaah profil ketujuh kandidat, memetakan tuntutan reformasi yang disuarakan negara-negara berkembang—termasuk Indonesia dan blok BRICS—serta menilai sejauh mana proses pemilihan Sekjen kali ini benar-benar berpotensi menja...