Postingan

HERMENEUTIKA MULTIDISIPLIN SUNDALAND: Kajian Integratif Geologi, Arkeologi, Filsafat, dan Budaya

HERMENEUTIKA MULTIDISIPLIN SUNDALAND: Kajian Integratif Geologi, Arkeologi, Filsafat, dan Budaya Asep Rohmandar dan Tim Peneliti Hermeneutika Nusantara Email: rasep7029@gmail.com ABSTRAK Artikel ini mengeksplorasi Sundaland — paparan benua yang kini terendam di Asia Tenggara — melalui pendekatan hermeneutika multidisiplin yang mengintegrasikan geologi, arkeologi, filsafat, dan kajian budaya. Sundaland, yang mencakup wilayah seluas lebih dari 3 juta km² pada masa Last Glacial Maximum (±20.000 SM) dan tenggelam secara bertahap antara 14.000–6.000 SM, tidak hanya merupakan fenomena geologis semata, melainkan juga merupakan teks peradaban yang terus berbicara melalui warisan genetika, linguistik, mitologi, dan sistem pengetahuan indigenos masyarakat Nusantara. Dengan menggunakan kerangka hermeneutika Gadamer (Horizontverschmelzung), Ricoeur (triple mimesis), Heidegger (Dasein dan Unheimlichkeit), serta pendekatan dekolonial Mignolo dan Spivak, penelitian ini berargumen bahwa pemahaman komp...

Studi Perbandingan Tanaman dan Buah Lain terhadap Buah Bakau (Mangrove)

Studi Perbandingan Tanaman dan Buah Lain terhadap Buah Bakau (Mangrove) Menilai Kesetaraan atau Keunggulan Kandungan Bioaktif dan Potensi Nefroprotektif Asep Rohmandar Masyarakat Peneliti Mandiri Kasundaan Nusantara Abstrak Buah bakau (mangrove), terutama dari genus Sonneratia dan Bruguiera, dikenal luas di masyarakat pesisir Indonesia sebagai sumber pangan lokal kaya antioksidan, dengan kandungan flavonoid dan fenolik yang telah dibuktikan pada beberapa uji laboratorium. Namun demikian, pertanyaan yang relevan untuk pengembangan bahan baku obat adalah: apakah buah bakau benar-benar unggul dibandingkan tanaman dan buah lain yang telah lebih dahulu dan lebih ekstensif diteliti untuk tujuan serupa, khususnya perlindungan fungsi ginjal? Esai ini membandingkan profil bukti ilmiah buah bakau dengan empat kandidat pembanding utama — daun kelor (Moringa oleifera), buah delima (Punica granatum), manggis (Garcinia mangostana) melalui senyawa alfa-mangostin, dan jambu biji (Psidium guajava) — di...

SEJARAH TEONOMI EKONOMI: RELASI TEOLOGI DAN EKONOMI DALAM LINTASAN PERADABAN

KAJIAN AKADEMIK SEJARAH TEONOMI EKONOMI: RELASI TEOLOGI DAN EKONOMI DALAM LINTASAN PERADABAN Asep Rohmandar Masyarakat Peneliti Mandiri Kasundaan Nusantara   Abstrak Artikel ini mengkaji secara komprehensif sejarah perkembangan gagasan teonomi ekonomi (theonomic economics), yaitu paradigma yang menempatkan hukum dan otoritas ilahi sebagai fondasi normatif bagi tatanan ekonomi manusia. Kajian dimulai dari akar tradisi Yahudi-Kristen kuno tentang hukum Taurat dan institusi Yobel, berlanjut ke skolastisisme abad pertengahan yang dipelopori Thomas Aquinas dengan doktrin harga adil dan larangan riba, kemudian Reformasi Protestan yang melahirkan etos kerja baru sebagaimana dianalisis Max Weber, ajaran sosial Katolik pascaindustrialisasi yang diawali Rerum Novarum, hingga kebangkitan gerakan teonomi modern di Amerika Serikat pada dekade 1960–1990-an melalui tokoh-tokoh seperti Rousas John Rushdoony, Greg Bahnsen, dan Gary North yang secara eksplisit merumuskan "ekonomi Kristen" (Chr...