Postingan

AI, Ekonomi, dan Tantangan Global South: Analisis Komprehensif Peluang, Risiko, dan Roadmap Masa Depan

  AI, Ekonomi, dan Tantangan Global South: Analisis Komprehensif Peluang, Risiko, dan Roadmap Masa Depan Oleh Asep Rohmandar I. Pendahuluan Perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah menjadi kekuatan transformatif utama yang membentuk ulang ekonomi global, mempercepat digitalisasi, dan memicu perubahan mendalam dalam struktur sosial, politik, serta ekonomi negara-negara di seluruh dunia. Namun, di tengah gelombang inovasi ini, negara-negara Global South—yang mencakup sebagian besar Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Oseania—menghadapi tantangan unik sekaligus peluang besar. Laporan ini menyajikan analisis mendalam tentang hubungan antara AI, ekonomi, dan tantangan global yang dihadapi oleh Global South, dengan fokus pada peluang sektoral, risiko pasar tenaga kerja, kesenjangan digital, tata kelola dan regulasi, kedaulatan data, jejak sumber daya, kapasitas riset, pendanaan, serta model kolaborasi. Studi kasus dari Indonesia, India, Kenya, Brasil, dan Afrika Selatan akan memperkaya pem...

Membaca Paradoks Kenaikan Angka Partisipasi Kasar dan Pengangguran Terdidik dalam Pendidikan Tinggi Indonesia

EKSPANSI TANPA ARAH: Membaca Paradoks Kenaikan Angka Partisipasi Kasar dan Pengangguran Terdidik dalam Pendidikan Tinggi Indonesia Sebuah Kajian Kritis tentang Misalignment Ekspansi Kapasitas dan Relevansi Kurikulum Oleh Asep Rohmandar                                                                                                          Esai Akademik 2026 CATATAN METODOLOGIS TENTANG DATA Sebelum masuk ke pembahasan, perlu ditegaskan sebuah koreksi data yang penting bagi integritas argumen esai ini. Premis awal yang beredar menyebut Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi Indonesia naik dari 31,7% (2015) menjadi 36,5% (2022). Data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan angka yang berbeda: APK perguruan tinggi na...

Essay: RSAU Dr. M. Salamun sebagai Rujukan Utama Kesehatan di Jawa Barat

Gambar
Essay: RSAU Dr. M. Salamun sebagai Rujukan Utama Kesehatan di Jawa Barat Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) Dr. M. Salamun di Bandung menempati posisi strategis sebagai rujukan utama dalam sistem kesehatan Jawa Barat. Statusnya sebagai rumah sakit militer tingkat II menjadikannya bukan hanya pusat pelayanan kesehatan bagi prajurit TNI AU dan keluarganya, tetapi juga bagi masyarakat umum yang membutuhkan layanan medis komprehensif.   📍 Peran Ganda: Militer dan Sipil RSAU Dr. Salamun memiliki peran ganda yang unik. Di satu sisi, rumah sakit ini menjadi tulang punggung kesehatan operasional TNI AU, mulai dari pemeriksaan kesehatan penerbangan hingga pemulihan awak pesawat. Di sisi lain, rumah sakit ini terbuka untuk masyarakat umum dengan dukungan penuh terhadap program BPJS. Peran ganda ini memperkuat posisinya sebagai rujukan utama, karena mampu menjembatani kebutuhan militer dan sipil dalam satu institusi.   🏥 Layanan dan Fasilitas Unggulan RSAU Dr. Sala...

Pancacuriga sebagai Etika Pengawas: Membangun Good Commonwealth Governance dan Freedom Right for Alls di Tatar Sunda

Pancacuriga sebagai Etika Pengawas: Membangun Good Commonwealth Governance dan Freedom Right for Alls di Tatar Sunda Pendahuluan: Urgensi "Kecurigaan Sehat" dalam Tata Kelola Publik Dalam diskursus Good Governance, transparansi dan akuntabilitas sering kali dianggap sebagai hasil dari regulasi formal. Namun, pengalaman sejarah Nusantara, khususnya di Tatar Sunda, menunjukkan bahwa regulasi saja tidak cukup tanpa adanya kesadaran kolektif untuk mengawasi kekuasaan. Di sinilah konsep Pancacuriga menjadi relevan. Secara harfiah, Curi berarti curiga atau waspada, dan Panca berarti lima. Dalam tradisi Sunda kuno (seperti yang tercermin dalam naskah-naskah Sanghyang Siksa Kanda Karesian atau Carita Parahyangan), sikap waspada terhadap potensi penyimpangan adalah bagian dari kebijaksanaan pemimpin (Prabu) dan rakyat (Rakyat). Esai ini berargumen bahwa Pancacuriga dapat direkonstruksi sebagai pilar etis untuk mewujudkan Good Commonwealth Governance (Tata Kelola Persemakmuran yang Bai...

MODEL SPIRAL GOVERNANCE BERBASIS ARTEFAK UNTUK PENINGKATAN LITERASI EKONOMI KOMUNITAS NUSANTARA

Gambar
MODEL SPIRAL GOVERNANCE BERBASIS ARTEFAK UNTUK PENINGKATAN LITERASI EKONOMI KOMUNITAS NUSANTARA Artifact-Based Spiral Governance Model for Economic Literacy Enhancement of Nusantara Communities Asep Rohmandar¹, 1. Masyarat Peneliti Sundaland Korespondensi: rasep7029@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini mengajukan kebaruan konseptual berupa Model Spiral Governance Berbasis Artefak (SGBA) sebagai instrumen peningkatan literasi ekonomi komunitas di kawasan Nusantara. Model ini mengintegrasikan teori spiral dynamics (Beck & Cowan, 1996), konsep tata kelola federatif multilapisan (Ostrom, 1990; Ansell & Gash, 2008), serta praktik dokumentasi artefak komunal yang berakar pada tradisi lokal seperti Subak, Sasi, dan Lumbung Desa. Dengan menggunakan pendekatan mixed methods—menggabungkan survei kepada 847 responden dari 12 komunitas di enam provinsi, studi kasus etnografis mendalam, serta analisis konten artefak dokumentasi—penelitian ini menemukan bahwa komunitas yang mengadopsi model SGBA...